Amlapura – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan kepada tiga warga sekitar yang kurang mampu. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan LPKA Karangasem dan menjadi bagian dari kontribusi nyata lembaga dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat sekitar, Selasa (20/05/2025).
Bantuan sosial yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, mie instan, minyak goreng, dan kopi. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala LPKA Kelas II Karangasem, Bapak I.M. Rizal, didampingi oleh Kasi Pembinaan, Bapak I Wayan Nova Puspa Adi, serta Kaur Kepegawaian, Bapak I Nyoman Adi Sastrawan.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat kepedulian sosial sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat penyelarasan dan kehidupan harmonis dengan lingkungan, serta memantapkan swasembada pangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari wujud pelaksanaan salah satu program dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, yang mendorong keterlibatan aktif seluruh jajaran pemasyarakatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala LPKA Karangasem, Bapak I.M. Rizal, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan bentuk komitmen lembaga untuk terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat.
“Kami berharap, bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami dan sekaligus mendukung penuh arahan serta program pemerintah pusat dalam menciptakan tatanan masyarakat yang seimbang dan mandiri,” ujarnya.
Warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian dari jajaran LPKA Karangasem. Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Karangasem tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan kepada anak didik, namun juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang aktif dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung di tengah masyarakat. (*)

