Makassar — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIB Takalar untuk mengecek kondisi blok hunian dan fasilitas layanan warga binaan. Jum’at, (14/2/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam kunjungannya, Kakanwil meninjau kondisi kamar hunian serta berdialog dengan warga binaan terkait pemenuhan hak-hak dasar, termasuk hak atas pelayanan kesehatan dan hak pembinaan.
Menurutnya, interaksi langsung dengan warga binaan menjadi salah satu cara untuk memahami kebutuhan warga binaan serta memastikan bahwa layanan pemasyarakatan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Selain itu, Kakanwil juga melihat secara langsung kegiatan pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Kelas IIB Takalar.
Beberapa program yang tengah berjalan di antaranya barbershop, meubel, pembuatan songkok, dan pembuatan batu cincin.
“Ini luar biasa, karena memberikan keterampilan yang berguna bagi warga binaan setelah bebas nantinya,” ujarnya antusias.
Ia menekankan bahwa pembinaan berbasis keterampilan seperti ini merupakan langkah konkret dalam menyiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
Tak hanya meninjau kegiatan pembinaan, Kakanwil juga melakukan pemeriksaan terhadap dapur umum untuk memastikan bahwa pemberian makanan kepada warga binaan dilakukan secara layak dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Ia menegaskan bahwa setiap tahap pengolahan, penyajian, dan penyimpanan makanan harus memenuhi standar kebersihan dan gizi yang baik.
“Hal ini sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang menekankan pentingnya pemenuhan makanan sehat dan layak bagi warga binaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kakanwil juga mengecek fasilitas klinik yang tersedia di dalam Lapas untuk memastikan bahwa layanan kesehatan bagi warga binaan berjalan optimal.
Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan yang harus dipenuhi secara maksimal.
“Dengan adanya fasilitas kesehatan yang baik, diharapkan kondisi warga binaan tetap terjaga dan mereka bisa menjalani masa pembinaan dengan lebih baik,” tuturnya.
Turut mendampingi, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Herman Anwar dan jajaran. (*)

