Maros – Kantor Wilayah Kementerian Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan memastikan Lembaga Pemasyarakatan Pembinaan Khusus Anak Kelas II Maros (LPKA) selalu dalam keadaan aman dan kondusif pasca sertijab Kalapas lama, Dr, Syarpani , AMd. IP,S.H., M.H. kepada Kalapas yang baru Herliyanto Syafri, A.Md.IP.,S.Sos., M.Si, Kamis (13/2/2025).
Guna memastikan Hal tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudi Fernando Sianturi menugaskan Tim Kanwil yang diketuai Kepala Bidang Perawatan Pengamanan dan Kepatuhan Internal, Herman Anwar untuk melakukan pelaksanaan Cek Fisik Jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dan Pengecekan Barang Milik Negara (BMN) berupa Inventaris Senjata dan Amunisi serta pantau kondisi LPKA MAros.
Herman Anwar mengatakan kegiatan cek fisik ini rutin kami lakukan agar supaya Kalapas yang baru nanti menerima hasil cek fisik WBP,Saspras, BMN lengkap sesuai dengan dokumen serta buku laporan pengamanan Lapas.
“Pelaksanaan Pemeriksaan fisik senjata api serta buku laporan registrasi berjalan baik, jadi sudah clean and clear” Ungkapnya
Pada kesempatan ini Kalapas yang baru, Herliyanto Syafri mengatakan kalau saspras yang hilang bisa kita ganti akan tetapi kalo senjata dan amunisinya hilang bisa ribet jadinya, karena merupakan pelanggaran datau perbuatan yang melanggar hukum.
“Terimakasih kepada Tim Kanwil beserta seuruh jajaran pada LPKA Maros yang bersama-sama melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kondisi Lapas dan teliti kelayakan serta kesesuaian administrasi senjata api, semua buku registrasi Pengamanan, BMN” Ungkap Herliyanto Syafri
Divisi Pemasyarakatan Kanwil Jatim menyampaikan bahwa jumlah senjata api dan amunisi yang dimiliki Rutan Gresik lengkap sesuai dengan dokumen dan surat izin yang ada.
Selanjutnya Herman Anwar memantau beberapa program ketahanan pangan unggulan LPKA Maros yaitu budidaya nila, penanaman bibit tanam singkong dan cabai, dengan membangun ketahanan pangan pada Lapas diharapkan mampu mendukung keluarga wbp dan masyarakat sekitar sertantungan pasokan pangan dari luar kabupaten maros.
Dengan membangun ketahanan pangan di tingkat lokal, diharapkan masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar dan menciptakan lingkungan berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Salah satu Warga Binaan mengungkapkan bahwa program ketahanan pangan pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sangat bermanfaat sekali karena memberikan keterampilan bagi WBP pada khususnya, saya bersama-sama teman yang lain bersungguh-sungguh mengikuti program ini. (*)

