Gowa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa kembali menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain. Kali ini, tim dari Lapas Kelas IIB Takalar, dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) beserta stafnya, melakukan studi banding untuk mempelajari program rehabilitasi sosial unggulan Lapas Sungguminasa Senin, (21/7/2025).
Kunjungan tersebut berfokus pada seluruh tahapan program rehabilitasi: asesmen awal, pelatihan keterampilan, konseling individual dan kelompok, pendampingan spiritual, hingga evaluasi dan pembinaan pasca-pembebasan.
Tim Lapas Takalar berinteraksi langsung dengan petugas Lapas Sungguminasa, mengamati fasilitas pendukung seperti ruang konseling, ruang terapi, dan area kegiatan keagamaan. Mereka juga menyaksikan langsung kegiatan pelatihan keterampilan yang diikuti Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menyambut hangat kunjungan tersebut, menyatakan kebanggaannya dan kesiapannya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia menekankan komitmen Lapas Sungguminasa terhadap pemulihan holistik WBP, meliputi aspek hukum, psikologis, sosial, dan spiritual.
“Semoga kunjungan ini menginspirasi pengembangan program rehabilitasi serupa di Lapas Takalar dan lembaga pemasyarakatan lainnya,” ujar Gunawan.
Studi banding diakhiri dengan diskusi intensif, pertukaran gagasan, dan sesi foto bersama, menandai kolaborasi positif antar lembaga pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program rehabilitasi di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. (*)
