Makassar – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas Negeri Makassar dalam menggelar program kemanusiaan Sharing Circle untuk bimbingan dan konseling warga binaan, yang diadakan di ruang baca warga binaan Rutan Kelas I Makassar. Senin, (05/05/2025).
Program Kemanusiaan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK), Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, selama melaksanakan pengabdian di Rutan Makassar.
Salah satu staf Bantuan Hukum dan Penyuluhan (BHP), Yusriani, yang ditemui ketika mendampingi kegiatan bimbingan dan dan konseling Sharing Circle ini menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) karena dapat membantu kondisi kesehatan mental warga binaan selama menjalani masa pidana di Rutan makassar.
“Sangat penting untuk diadakan secara rutin untuk membantu kondisi kesehatan mental para WBP selama menjalani masa pidana dan juga untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana, untuk sementara ini karena masih sesi pertama, baru diikuti oleh kumpulan warga kelas baca yang kami bagi menjadi dua kelompok dan masing-masing kelompok dibimbing langsung dari mahasiswa jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, diharapkan masih akan ada sesi berikutnya yang berkelanjutan,” ujar Yusriani.
Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan (BHP), Abd. Jalil juga menekankan bahwa menjaga kesehatan mental warga binaan tidak kalah pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
“Saya sangat mengapresiasi para mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling UNM ini karena telah menginisiasi terlaksananya kegiatan Sharing Circle bimbingan dan konseling untuk WBP, seperti yang kita tahu bahwa menjalani masa pidana bukanlah sesuatu yang direncanakan semua orang dan keharusan menjalaninya tentu saja menimbulkan berbagai dampak seperti kecemasan, bahkan depresi, hingga trauma. Ini merupakan momen di mana kami dapat memberikan dukungan emosional dan bimbingan yang dibutuhkan warga binaan. Melalui sesi bimbingan dan konseling dalam sharing circle ini, kami sebagai fasilitator, berusaha membangun hubungan yang saling percaya antara para petugas, pemberi layanan konseling, dan warga binaan, serta membantu mereka mengatasi kesulitan pribadi dan mencari solusi yang positif. Kami berharap sesi bimbingan dan konseling ini membawa perubahan yang lebih baik dalam kehidupan para warga binaan,” ujar Abd. Jalil. (*)
