Makassar – Jajaran tenaga kesehatan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Makassar gencar melaksanakan screening Tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari program Active Case Finding (ACF) yang bertujuan untuk deteksi dini kasus TB di lingkungan rutan yang padat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, (28/82025), dengan harapan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Melalui program ACF, setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjalani pemeriksaan komprehensif untuk mengidentifikasi gejala dan potensi penularan TB. Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga mengintegrasikan edukasi mengenai pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah preventif.
Ketua Tim Klinik Rutan Makassar, dr. Wahidah, menyatakan, Screening TB melalui ACF adalah wujud nyata upaya aktif kami dalam menjaga kesehatan WBP. Deteksi dini memungkinkan kami mencegah penyebaran penyakit, memberikan penanganan yang cepat, serta memastikan pemenuhan hak kesehatan setiap WBP. Kesehatan merupakan fondasi penting dalam mendukung efektivitas proses pembinaan.
Kegiatan ini selaras dengan harapan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, dalam mewujudkan eliminasi TBC, HIV, dan Hepatitis C pada tahun 2030 bagi seluruh tahanan, anak, narapidana, dan anak binaan di Rutan, LPAS, Lapas, dan LPKA.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah: menemukan kasus TBC secepat mungkin dan memberikan terapi yang sesuai, meningkatkan penemuan kasus HIV dan Hepatitis C pada pasien TBC positif, menurunkan angka kematian akibat TBC, HIV, dan Hepatitis C, serta menghitung beban penyakit menular TBC di lingkungan Rutan, LPAS, Lapas, dan LPKA.
Jayadikusumah Menambahkan, Dengan langkah aktif ini, Rutan Makassar berupaya meminimalisir risiko penyebaran TB di dalam rutan dan memastikan setiap WBP menerima layanan kesehatan yang optimal. Screening TB melalui ACF adalah manifestasi kepedulian terhadap kesehatan WBP, yang merupakan fondasi krusial dalam keberhasilan program pembinaan. (*)

