Maros — Gencar lakukan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal), Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulsel, Rudy Fernando Sianturi, melanjutkan kunjungannya ke Lapas Kelas IIB Maros. Senin, (17/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil mengapresiasi layanan informasi yang telah tersedia di Lapas Kelas IIB Maros.
Menurutnya, layanan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mengakses informasi terkait Lapas.
“Saya harap petugas pelayanan terus memberikan layanan terbaik kepada pengunjung dengan menerapkan prinsip 3S (senyum, sapa, dan salam),” ujar Rudy Fernando Sianturi.
Selain itu, Kakanwil meninjau lahan yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan gedung, tetapi sementara dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan melalui penanaman jagung.
Program ini merupakan bagian dari 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mendukung ketahanan pangan di Lapas dan Rutan.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Kalapas dan jajaran dalam memanfaatkan lahan yang ada. Pemanfaatan lahan ini harus terus dikelola dengan baik sehingga hasil panennya nanti bisa bermanfaat untuk kebutuhan pangan di Lapas,” kata Kakanwil.
Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil juga meninjau fasilitas layanan kesehatan dan dapur. Di klinik, ia memastikan ketersediaan sarana, prasarana, serta obat-obatan bagi warga binaan.
“Layanan kesehatan harus selalu sesuai dengan standar operasional agar warga binaan mendapatkan hak kesehatan yang layak,” tegasnya.
Sementara itu, di dapur, Kakanwil memastikan bahwa penyajian makanan telah sesuai dengan contoh yang dikirim melalui SIMONEV BAMA dan daftar menu 10 harian yang telah ditetapkan oleh Dirjenpas.
“Standar pelayanan dalam penyediaan makanan ini menjadi perhatian utama kami. Makanan yang disajikan harus higienis dan sesuai aturan, karena ini adalah kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas,” jelasnya.
Editor: Irham
