GOWA – Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Polres Gowa dalam menghadirkan Pos Terpadu bernuansa adat pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Hal tersebut disampaikan Kapolda saat melakukan peninjauan langsung di hari kelima operasi, Kamis (19/03/2026).
Dalam kunjungannya ke Pos Terpadu di depan Pasar Induk Minasa Maupa, Kecamatan Somba Opu, Kapolda disambut dengan prosesi adat Makassar yang kental, mulai dari pemasangan Pantonro hingga tradisi Angngaru.
“Kegiatan Operasi Ketupat 2026 sudah memasuki hari kelima. Saya turun langsung untuk memastikan kesiapan seluruh pos pengamanan dan pos terpadu di jajaran Polda Sulsel, mulai dari jalur utara hingga selatan,” ujar Irjen Pol Djuhandhani.
Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Kapolda mengaku terkesan dengan fasilitas yang disediakan. Selain ruangan ber-AC yang dilengkapi sofa dan kulkas berisi air mineral gratis, pos ini juga menyediakan mushollah, layanan kesehatan, toilet, tempat pengisian daya (charger), hingga bengkel gratis bagi pemudik yang mengalami kendala kendaraan.
Uniknya, tersedia pula area istirahat yang dihias menyerupai pelaminan khas daerah, lengkap dengan iringan musik tradisional yang dimainkan langsung oleh seniman muda lokal.
“Pos ini sangat menarik. Selain fasilitasnya yang sangat lengkap untuk kenyamanan pemudik, konsepnya juga membuat masyarakat bisa beristirahat sembari mengenang suasana khas daerah,” tambah Kapolda.
Kapolres Gowa, AKBP Muh. Aldy Sulaiman, menjelaskan bahwa konsep pos tahun ini sengaja mengangkat tema Balla Lompoa sebagai ikon budaya Kabupaten Gowa. Langkah ini diambil untuk menonjolkan kearifan lokal di tengah kesibukan arus mudik.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik dengan sentuhan budaya. Untuk pengamanan, kami menurunkan 180 personel gabungan yang tersebar di tiga titik utama: Pos Pelayanan Malino, Pos Pengamanan Samata, dan Pos Terpadu Minasa Upa,” jelas AKBP Aldy.
Ia juga menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, terutama di titik-titik rawan kemacetan menuju Takalar dan Jeneponto.
Wakil Bupati Gowa, Dharmawangsyah Muin, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa juga mengerahkan personel Satpol PP untuk membantu TNI-Polri dalam mengurai kepadatan lalu lintas.
“H-1 Lebaran biasanya menjadi puncak kemacetan di Gowa. Oleh karena itu, sinergi ini sangat penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman selama di perjalanan,” ungkap Dharmawangsyah.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Kapolda Sulsel menyerahkan bingkisan paket sembako kepada petugas gabungan sebagai bentuk dukungan moril bagi mereka yang bertugas mengamankan arus mudik 2026. Beliau juga mengimbau pemudik untuk tidak memaksakan diri berkendara jika merasa lelah dan memanfaatkan fasilitas pos yang telah disediakan. (*)
