Makassar – Lapas Kelas I Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari peredaran narkoba serta barang-barang terlarang melalui pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) rutin pada blok hunian warga binaan, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan sidak dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Kelas I Makassar, Sahril Efendi, bersama jajaran pengamanan dan pegawai Lapas Kelas I Makassar. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan profesionalisme, humanisme, serta tetap menghormati hak-hak warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sidak rutin ini merupakan langkah preventif dalam mencegah peredaran narkoba, kepemilikan telepon genggam ilegal, praktik penipuan, serta berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Selain sebagai upaya deteksi dini, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Lapas Kelas I Makassar dalam mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada penguatan keamanan dan pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menegaskan bahwa sidak rutin merupakan instrumen penting dalam memastikan seluruh jajaran tetap konsisten menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
“Sidak rutin merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami tidak memberikan ruang terhadap peredaran narkoba, telepon genggam ilegal, maupun praktik-praktik yang dapat mengganggu keamanan dan pembinaan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara profesional, humanis, dan tetap menjunjung tinggi hak-hak warga binaan,” tegas Gumilar Budirahayu.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas I Makassar, Sahril Efendi, menyampaikan bahwa kegiatan sidak akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
“Kami melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Tujuannya bukan hanya menemukan barang-barang terlarang, tetapi juga memastikan situasi blok hunian tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan secara optimal,” ujar Sahril Efendi.
Melalui pelaksanaan sidak yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, Lapas Kelas I Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, serta berintegritas sebagai wujud nyata implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menuju sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan terpercaya. (*)
