Palopo — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Aula Lapas Kelas IIA Palopo, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan melibatkan jajaran pegawai, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta sejumlah mitra dan tamu undangan.
Mengusung tema “Hijrah Menuju Kebaikan dengan Menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Perubahan Diri yang Hakiki”, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian sekaligus momentum untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, akhlakul karimah, serta meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Palopo, jajaran pejabat struktural dan pegawai Lapas Kelas IIA Palopo, Dharma Wanita Persatuan, Penyuluh Pembinaan Kerohanian dari Kementerian Agama Kota Palopo, media partner, serta WBP Lapas Kelas IIA Palopo.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW, serta doa bersama. Suasana semakin khidmat saat memasuki sesi tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Bachtiar Nawir, S.Ag., M.H.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Bachtiar Nawir mengingatkan bahwa makna hijrah tidak semata-mata berkaitan dengan perpindahan tempat, tetapi merupakan proses perubahan dalam diri, baik hati, pola pikir, maupun perilaku untuk menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Ia juga mengajak seluruh peserta, khususnya WBP, untuk menjadikan masa menjalani pembinaan di Lapas sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
“Hijrah bukan hanya berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, tetapi bagaimana kita mampu berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari perilaku yang kurang baik menuju akhlak yang lebih baik. Masa pembinaan harus menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” pesan Ustadz Bachtiar.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran dan WBP untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum melakukan refleksi serta meningkatkan kualitas diri.
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas dan proses pembinaan di Lapas.
“Semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW hendaknya kita maknai sebagai dorongan untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Bagi petugas, hijrah dapat diwujudkan melalui peningkatan integritas, profesionalisme, dan pelayanan yang humanis. Sementara bagi warga binaan, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Jose.
Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW juga mendapat dukungan dari Penyuluh Pembinaan Kerohanian Kementerian Agama Kota Palopo. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual WBP secara berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif serta ditutup dengan doa bersama, pembacaan shalawat, dan silaturahmi antara jajaran Lapas, tamu undangan, serta WBP.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, Lapas Kelas IIA Palopo berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian sebagai bagian dari proses pemasyarakatan. Momentum tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat perubahan, memperkuat akhlak, serta mendorong WBP untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
“Hijrah menuju kebaikan bukan sekadar sebuah tema, tetapi harus menjadi langkah nyata dalam kehidupan,” tutup Jose Quelo. (*)
