GOWA — Bank Syariah Indonesia (BSI) memperkuat sinergi dan menjajaki peluang perluasan kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Pertemuan silaturahmi antara jajaran manajemen kedua institusi berlangsung di Sungguminasa, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membahas penguatan kemitraan yang telah terjalin selama ini, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pemenuhan kebutuhan fasilitas dan operasional RSUD Syekh Yusuf Gowa.
Dari jajaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, pertemuan dihadiri langsung oleh Direktur RSUD, dr. Gaffar, Wakil Direktur dr. Alam, Kepala Bidang SDM, serta Kepala Bagian Umum. Sementara dari pihak BSI hadir Consumer Business Deputy Apri Hari Matgiarso, Branch Manager BSI KCP Gowa Hasanuddin Muhammad Hasrani Said, dan ACFM Makassar A. Muharram.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Hasrani Said memaparkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah BSI yang dapat disinergikan dengan kebutuhan institusi maupun pegawai RSUD Syekh Yusuf Gowa. Selain layanan keuangan, kedua pihak juga membahas rencana pelaksanaan kegiatan kolaboratif serta sosialisasi produk dan layanan yang akan melibatkan petugas medis, karyawan, dan staf rumah sakit.
“Penguatan sinergi antara BSI dan RSUD Kabupaten Gowa terus kami dorong, termasuk rencana menggelar berbagai kegiatan bersama dan sosialisasi yang bermanfaat bagi seluruh pegawai,” ujar Hasrani Said.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan membuka ruang kemitraan yang lebih kuat dan saling menguntungkan bagi kedua institusi.
Sementara itu, Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr. Gaffar, menyambut baik langkah penguatan kemitraan tersebut. Menurutnya, kerja sama ini dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi SDM, kualitas pelayanan, hingga pengembangan fasilitas rumah sakit.
“Kami menyambut baik bentuk kemitraan dengan BSI, dan hubungan baik ini sudah terjalin selama ini,” ungkap dr. Gaffar.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa berbagai rencana kolaborasi tersebut selanjutnya akan dibahas secara internal di lingkungan RSUD, dan setiap bentuk kerja sama akan disesuaikan dengan ketentuan serta regulasi yang berlaku.
“Kami akan membicarakan semuanya secara internal, termasuk kesesuaiannya dengan regulasi yang ada,” tegas dr. Gaffar.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas ruang kolaborasi yang lebih strategis, guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat serta penguatan kapasitas kedua institusi di masa mendatang. (*)
