Gowa – Pemerintah Desa Je’netallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, melaksanakan penyaluran bantuan ayam petelur lengkap dengan kandang dan pakan kepada masyarakat miskin ekstrem (KME). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Je’netallasa pada Senin ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis usaha produktif, dengan sumber dana dari Bagi Hasil Pajak (BHP) Pemerintah Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2025 Selasa, (20/1/2026).
Sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) KME menjadi penerima manfaat pada tahap pertama program ini. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, antara lain Camat Pallangga beserta Sekretaris Camat, Penjabat (PJ) Kepala Desa Je’netalkasa, Ketua dan Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, seluruh Kepala Dusun se-Desa Je’netallasa, serta aparat pemerintah desa.
Dalam sambutannya, Camat Pallangga Sachrial AP menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif Pemerintah Desa Je’netallasa yang dinilai tepat sasaran dalam menangani kemiskinan ekstrem.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Je’netallasa. Harapan kami, seluruh desa di Kecamatan Pallangga dapat mencontoh langkah ini dalam upaya penanganan masyarakat miskin ekstrem,” ucapnya.
Sachrial, juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menumbuhkan perekonomian keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Je’netalkasa menyatakan dukungan penuh terhadap program yang berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami Ketua dan seluruh anggota BPD Desa Je’netallasa sangat mengapresiasi dan mendukung ide Pemerintah Desa dalam upaya pemberdayaan ekonomi melalui bantuan ayam petelur ini,” jelasnya.
PJ Kepala Desa Je’netallasa Mansur. Menjelaskan bahwa penyaluran saat ini hanya tahap awal dari rangkaian program yang akan dilaksanakan.
“Bantuan ini merupakan program tahap pertama. Insya Allah akan kami lanjutkan kepada sekitar 40 Kepala Keluarga masyarakat miskin di Desa Je’netalkasa yang selama ini belum pernah tersentuh bantuan,” ungkapnya.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Je’netallasa berharap masyarakat penerima bantuan dapat mengembangkan usaha ternak ayam petelur secara mandiri, sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan secara bertahap keluar dari kondisi miskin ekstrem. Selain menghasilkan telur untuk konsumsi pribadi, diharapkan usaha ini juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan melalui penjualan produk yang dihasilkan. (Haman)

