Makassar – Pengusaha sukses asal Balikpapan, Faisal Tola, baru-baru ini menyambangi Kota Makassar dan mengadakan pertemuan yang penuh inspirasi bersama tim LA MANAGEMENT di Café Gigi, Jalan Pengayoman. Pertemuan ini menjadi ajang berbagi wawasan berharga, khususnya bagi para pelaku di industri hiburan dan musik lokal Minggu, (10/8/2025).
Dalam suasana yang hangat dan bersahabat, Faisal Tola berbagi pengalaman dan wejangan mendalam tentang pentingnya membangun ekosistem musik yang sehat dan profesional.
“Makassar itu sangat berharga bagi saya. Saya merasa seperti mendapatkan energi baru setiap kali berada di sini. Tidak heran jika saya bisa mengunjungi Makassar dua hingga tiga kali dalam sebulan, karena saya sangat mencintai kota ini,” ungkap Faisal Tola dengan antusias.
Dalam diskusi yang berlangsung hingga larut malam, Faisal Tola menekankan pentingnya sinergi antara manajemen dan artis. Menurutnya, hubungan yang kuat antara keduanya harus didasari oleh kepercayaan, saling menghargai, dan komunikasi yang terbuka.
“Manajemen bukan hanya sekadar mengatur jadwal dan honor. Lebih dari itu, manajemen harus benar-benar memahami karakter artisnya. Kekuatan dan kelemahan di atas panggung, suasana hati, gaya interaksi dengan penggemar—semua aspek ini harus dipahami dengan baik,” jelas Faisal Tola.
Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dan integritas dalam membangun karier di industri musik. Menurutnya, seorang artis harus memiliki visi yang jelas dan disiplin dalam menjalani proses kreatifnya.
“Seorang artis harus memiliki mental yang tangguh. Jangan mudah terpengaruh oleh komentar negatif di media sosial. Fokus pada karya. Manajemen juga harus menjadi sistem pendukung yang solid, bukan hanya berorientasi pada keuntungan sesaat,” tambahnya.
Selain itu, Faisal Tola juga memberikan perhatian khusus pada pentingnya penampilan panggung.
“Penampilan bukan hanya tentang pakaian yang bagus, tetapi tentang bagaimana seorang artis membawakan diri, berinteraksi dengan penonton, dan memberikan energi positif. Inilah yang akan meninggalkan kesan mendalam,” ujarnya.
Tak ketinggalan, ia juga memberikan masukan mengenai pentingnya pemanfaatan media sosial secara bijak. “Di era digital ini, manajemen dan artis harus memahami cara membangun citra yang positif di media sosial. Namun, ingatlah untuk tetap menjadi diri sendiri, karena penonton saat ini sangat cerdas dan dapat membedakan antara ketulusan dan kepura-puraan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal Tola juga berbagi cerita tentang awal perkenalannya dengan penyanyi legendaris Udhin Leaders, yang saat ini tengah viral dengan lagu “Salimu Naraka” di media sosial.
“Saya belum lama mengenal Udhin Leaders, tetapi saya langsung terkesan dengan kepribadiannya yang sederhana, rendah hati, dan wajahnya yang mengingatkan saya pada paman saya,” kata Faisal Tola sambil tertawa.
Udhin Leaders pun menyambut baik pertemuan tersebut. “Saya sangat senang bisa bertemu dengan Faisal Tola. Beliau adalah sosok yang rendah hati, pandai bergaul, dan memiliki wawasan yang luas. Banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan malam ini,” ujar Udhin.
Suasana obrolan semakin hangat dengan canda tawa hingga pukul 01.30 dini hari. Sebagai penutup, Faisal Tola mengajak seluruh tim untuk menikmati kuliner khas Makassar, Konro, sambil melanjutkan diskusi santai.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di LA MANAGEMENT, di antaranya:
– Udhin Leaders, penyanyi dan ikon LA MANAGEMENT
– Radit Leaders, putra dari Udhin Leaders
– Maulana Ramli, Produser dan Sutradara LA MANAGEMENT
– Bang Alex, gitaris sekaligus pendiri LA MANAGEMENT
– Muh Rais Alhamid, Bendahara Umum LA MANAGEMENT
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk kolaborasi dan peningkatan kualitas dunia musik lokal, serta mempererat hubungan antara pelaku usaha dan manajemen seni di Indonesia Timur. (*)

