Gowa – Sebanyak 20 orang warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa mengikuti pelatihan pembuatan tempe. Pelatihan ini merupakan wujud kerjasama antara Lapas dengan PKBM Surya Mandiri. Pelatihan kemandirian ini sendiri bertujuan untuk menghasilkan warga binaan yang terampil membuat tempe mulai dari mengenal alat dan bahan hingga tempe siap dipasarkan Kamis, (7/3/2024).
Adapun alat dan bahan yang telah disediakan oleh pihak Lapas diantaranya bahan berupa kedelai dan ragi. Untuk alatnya sendiri disediakan mesin penggiling kedelai, baskom, panci, kompor, pengaduk kayu, plastik, cetakan tempe dan daun pisang. Selanjutnya, instruktur dari PKBM Surya Mandiri memandu warga binaan dengan disaksikan langsung oleh staff Kegiatan Kerja.
Adapun proses pembuatan tempe diantaranya :
Mencuci kedelai
– Merebus kedelai
– Merendam kedelai semalaman
– Menggiling kedelai (memisahkan kulit ari kedelai)
– Mencuci kedelai yg telah digiling hingga bersih (air cucian bening)
– Kemudian direbus kembali
– Setelah mendidih ditiriskan dan didinginkan
– Setelah dingin diberikan ragi dan dicampur hingga rata
– Selanjutkan dimasukkan kedalam cetakan dan atau pelastik kemasan (sesuai keinginan model packingannya)
– Dan difermentasi selama 3 hari
– Tempe siap dikonsumsi/dipasarkan
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Bungawali menyampaikan tujuan dari pelatihan pembuatan tempe untuk warga binaan.
“Pelatihan kemandirian yang diberikan yaitu pelatihan pembuatan tempe dengan melihat prospek usaha yang ada, diharapkan mampu menjadi bekal keterampilan WBP agar mereka menjadi mandiri dan produktif ketika selesai menjalani masa pidananya,” Ujar Bungawali.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati mengapresiasi jalannya pelatihan pembuatan tempe bagi warga binaan.
“Pelatihan kemandirian ini sangat bermanfaat bagi warga binaan. Kami mendukung penuh kegiatan ini karena memberikan dampak positif dengan memberikan bekal ilmu usaha ketika warga binaan sebelum bebas. Kepada seluruh warga binaan diharapkan untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan dapat membagikan ilmunya ke teman-teman warga binaan lainnya,” Pungkas Yohani. (*)

