MASAMBA – Koordinator Dewan Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) Wilayah Sulawesi, M. Dirga Saputra, menanggapi beredarnya isu terkait dugaan penggunaan telepon seluler di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba. Ia menekankan bahwa setiap informasi yang beredar di ruang publik harus disikapi secara objektif, serta tidak boleh dijadikan dasar pembentukan opini tanpa didukung bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Dirga, tuduhan terhadap sebuah lembaga negara tidak boleh dibangun di atas asumsi, spekulasi, atau narasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia menilai, penyebaran isu tanpa landasan fakta yang kuat hanya akan menimbulkan kegaduhan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi terkait.
Sebagai upaya mendapatkan kejelasan, Dirga mengaku telah melakukan konfirmasi langsung melalui sambungan telepon kepada Kepala Rutan Kelas IIB Masamba, Syamsul Bahri. Dalam keterangannya, Syamsul Bahri dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan hal yang dimaksud tidak pernah terjadi sebagaimana yang beredar di kalangan masyarakat.
“Saya telah menghubungi langsung Bapak Syamsul Bahri untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang. Dari hasil komunikasi tersebut, beliau menegaskan bahwa tuduhan itu tidak berdasar dan sama sekali tidak terjadi seperti yang sedang diperbincangkan,” ujar Dirga, Senin (11/5/2026).
Dirga juga menegaskan bahwa kritik terhadap lembaga negara merupakan hal yang positif dan menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Kritik berperan sebagai bentuk kontrol sosial yang dibutuhkan agar institusi negara terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kritik harus didasari oleh niat tulus untuk mendorong perbaikan, bukan didorong oleh kepentingan pribadi, sentimen tertentu, maupun sikap sinis yang tidak memiliki dasar yang objektif.
“Kritik itu penting, bahkan sangat dibutuhkan oleh setiap lembaga negara. Akan tetapi, kritik harus betul-betul lahir dari semangat perbaikan, bukan semata-mata karena kepentingan pribadi, rasa tidak suka, atau narasi sinis yang justru melemahkan kepercayaan publik tanpa alasan yang jelas,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dan cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama di era digital saat ini di mana suatu isu dapat menyebar dengan cepat dan membentuk persepsi publik, meskipun kebenarannya belum tentu terjamin. Menurutnya, kontrol sosial sebaiknya dilakukan secara proporsional, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian agar ruang publik tetap terjaga kondisinya dan tetap menjadi sarana yang produktif.
“Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Oleh karena itu, mari kita jaga ruang kritik ini tetap sehat dengan mengedepankan fakta, melakukan klarifikasi terlebih dahulu, serta didasari niat tulus untuk memajukan dan memperbaiki institusi, bukan sekadar membangun opini yang lahir demi kepentingan sesaat,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Dirga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Rutan Kelas IIB Masamba beserta seluruh jajarannya. Menurutnya, pihak lembaga telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga integritas serta bersikap terbuka dengan memberikan klarifikasi secara langsung guna memberikan kejelasan kepada publik.
“Saya mengapresiasi kinerja Bapak Syamsul Bahri selaku Kepala Rutan beserta seluruh staf yang tetap profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sikap terbuka dalam memberikan klarifikasi ini merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi bukti komitmen terhadap tata kelola lembaga yang baik dan transparan,” tutup Dirga. (*)

