Gowa — Dalam upaya mendukung peningkatan capaian skrining dan penemuan kasus baru HIV dan AIDS, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Pattallassang, Kabupaten Gowa, pada Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut menyasar warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari populasi kunci dalam program pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS. Sebanyak 85 warga binaan dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan ini dengan dukungan data identitas kependudukan guna menunjang kelancaran proses skrining.
Pelaksanaan Mobile VCT ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi warga binaan, sekaligus mendukung upaya deteksi dini terhadap HIV dan AIDS. Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan memperoleh akses terhadap layanan pemeriksaan dan konseling kesehatan yang diperlukan, dengan tetap mengedepankan prinsip kerahasiaan serta penghormatan terhadap hak-hak pasien.
Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa terus mendukung sinergi dengan instansi terkait, khususnya fasilitas pelayanan kesehatan, dalam menghadirkan layanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan untuk memastikan pemenuhan hak atas kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Seksi Binadik Andi Annisya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama UPT Puskesmas Pattallassang dalam mendukung pemenuhan layanan kesehatan bagi warga binaan.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan melalui Mobile VCT merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini HIV dan AIDS, sekaligus memastikan warga binaan memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak.
“Pemenuhan hak atas kesehatan bagi warga binaan merupakan salah satu prioritas kami. Melalui kolaborasi dengan instansi kesehatan, kami berharap upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan HIV dan AIDS dapat berjalan optimal, sehingga warga binaan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan tetap menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat serta upaya pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS dapat berjalan lebih efektif. (*)
