MAROS – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Maros pada 12–18 April 2026, berbagai persiapan terus dimatangkan. Event bergengsi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga diharapkan menjadi momentum penguatan spiritual dan penggerak roda ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Maros bersama panitia terus membenahi infrastruktur, mulai dari venue lomba hingga akses transportasi, demi memastikan kenyamanan peserta dan masyarakat. Namun, di tengah persiapan tersebut, sejumlah informasi terkait penyelenggaraan, termasuk isu pengelolaan anggaran, mulai mencuat di ruang publik.
Menanggapi hal tersebut, Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat untuk bersikap kritis dan bijak dalam menilai serta menyebarkan informasi. Ketua DPD LIN Sulsel Amir, Menegaskan bahwa ajang seperti MTQ harus dijaga suasananya agar tetap kondusif dan terhindar dari disinformasi.
“MTQ merupakan bagian dari syiar Islam dan representasi daerah. Oleh karena itu, mari kita jaga kepercayaan bersama dengan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya,” tegas Amir Sabtu, (11/4/2026).
Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan, termasuk pengelolaan anggaran, dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku. Kepercayaan yang diberikan Pemprov Sulsel kepada Maros sebagai tuan rumah dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Selain aspek spiritual, pemerintah daerah juga memaksimalkan momen ini untuk mempromosikan produk lokal. Pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai kuliner hingga kerajinan tangan, dilibatkan untuk menampilkan karya terbaik mereka bagi kafilah dan tamu dari seluruh kabupaten/kota.
“Kehadiran ribuan orang dari berbagai daerah ini adalah peluang emas untuk memperluas pasar produk Maros. Kami berharap ada dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Muetazim.
Terkait isu pungutan liar yang dituding terjadi terhadap para tenant atau pelaku usaha, Wakil Bupati menegaskan hal tersebut bukan kebijakan resmi. Pihaknya menegaskan bahwa jika ada praktik yang menyimpang, itu merupakan tindakan oknum yang tidak mewakili panitia maupun pemerintah daerah, dan akan ditindak tegas.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan MTQ ini diproyeksikan akan menggeliatkan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, hingga jasa. Meski demikian, pemerintah menekankan bahwa esensi utama kegiatan ini tetaplah pada upaya mencetak generasi Qur’ani serta mempererat tali persaudaraan dan kerukunan antarwarga.
Dengan dukungan semua elemen, Maros optimistis mampu menyukseskan MTQ XXXIV ini menjadi acara yang berkesan, aman, dan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (*)

