Gowa – Operasi Pasar Murah yang diinisiasi oleh Polres Gowa di 14 titik strategis di seluruh Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah menghadapi lonjakan harga beras. Inisiatif ini hadir tepat waktu, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam waktu singkat, sejak dimulai pada Jumat, 8 Agustus 2025, sebanyak 30 ton beras yang dijual dengan harga subsidi langsung diserbu warga dan ludes dalam empat hari.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. 30 ton beras yang kami siapkan melalui Operasi Pasar Murah ini habis dalam waktu empat hari saja. Ini menunjukkan betapa program ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, dengan rasa syukur.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah pusat ini, menurut Kapolres, memberikan dampak signifikan dalam meringankan beban ekonomi masyarakat Gowa. Beras berkualitas dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram, atau Rp60.000 per karung (isi 5 kilogram). Harga ini jauh di bawah harga pasar yang saat ini mencapai Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram.
“Kami tidak memberlakukan persyaratan yang rumit. Warga cukup menunjukkan KTP saat membeli, dan setiap orang dibatasi maksimal 10 kilogram per hari agar pemerataan dapat tercapai,” jelas AKBP Aldy.
Melihat tingginya animo masyarakat, Kapolres Gowa memastikan bahwa Operasi Pasar Murah akan diperpanjang hingga 17 Agustus 2025. Pihaknya telah berupaya menambah pasokan beras sebanyak 50 ton, yang akan disalurkan melalui 14 Polsek di 18 kecamatan se-Kabupaten Gowa.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga 17 Agustus nanti. Tambahan 50 ton beras ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk membantu meringankan beban masyarakat,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat Gowa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. “Jangan lewatkan Operasi Pasar Murah ini. Harga beras yang kami tawarkan sangat terjangkau, dan ini adalah kesempatan baik untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga,” imbaunya.
Respon positif juga datang dari warga. Daeng Sayu, seorang warga Desa Tamannyeleng, rela antre di Polsek Barombong demi mendapatkan beras murah.
“Saya sangat terbantu dengan adanya operasi ini. Di pasar, harga satu karung beras 5 kilogram bisa mencapai Rp79.000, sementara di sini hanya Rp60.000. Selisihnya lumayan besar, sangat membantu kami,” tuturnya dengan wajah sumringah. (Fan)
