Gowa – Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan melalui kegiatan Pelatihan Mental Toughness, yang diselenggarakan pada Senin, (22/6/2026), mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi antara Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dan Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas mental, psikologis, dan keterampilan hidup warga binaan.
Pelatihan ini merupakan implementasi Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 dengan tema “Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa melalui Pelatihan Entrepreneurial Mental Toughness dalam Meningkatkan Psychological Adjustment dan Marketing Skill.” Program tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan kemampuan beradaptasi, membangun ketahanan mental, serta menumbuhkan pola pikir positif sebagai bekal menjalani masa pembinaan hingga kembali ke tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan kondisi diri, kemampuan adaptasi dan penyesuaian diri, self healing, serta penguatan mental untuk meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, refleksi diri, ice breaking, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin bersama Universitas Negeri Makassar dalam mendukung pembinaan warga binaan.
“Pembinaan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penguatan mental dan karakter. Melalui pelatihan ini, kami berharap warga binaan memiliki ketahanan mental yang lebih baik, mampu mengelola emosi secara positif, serta memiliki kepercayaan diri untuk menjalani proses pembinaan hingga siap kembali berperan aktif di tengah masyarakat,” ujar Yohani.
Sementara itu, Ketua Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Abdullah Sinring, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
“Mental toughness merupakan fondasi penting dalam membangun kemampuan beradaptasi, bangkit dari tekanan, dan mengembangkan potensi diri. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan sehingga warga binaan memiliki kesiapan mental, motivasi yang kuat, dan optimisme dalam menyongsong kehidupan setelah bebas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa terus memperkuat pelaksanaan pembinaan yang holistik dengan mengedepankan kolaborasi bersama dunia akademik. Diharapkan, warga binaan tidak hanya memperoleh bekal keterampilan, tetapi juga memiliki kesiapan mental, emosional, serta motivasi positif untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan masyarakat. (*)

