Takalar — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Malino terus berupaya mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui studi tiru pengelolaan peternakan ayam petelur yang dilaksanakan oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan (Peltah) Muh. Rizqi Sholehudin bersama staf di salah satu peternakan ayam petelur yang berada di Desa Kampung Beru, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari secara langsung tata kelola peternakan ayam petelur, mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, pengelolaan kandang, hingga proses produksi telur. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk diterapkan dan dikembangkan di lingkungan Rutan Kelas IIB Malino.
Program peternakan ayam petelur dinilai memiliki potensi untuk mendukung pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus berkontribusi terhadap program ketahanan pangan di lingkungan UPT Pemasyarakatan.
Karutan Kelas IIB Malino, Dedy Sutriady Rijal, menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru menjadi bagian dari upaya Rutan dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan peternakan ayam petelur yang baik dan dapat diterapkan di Rutan. Harapannya, program ini nantinya tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan, tetapi juga dapat mendukung ketahanan pangan dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi UPT,” ujar Dedy.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Malino berkomitmen untuk terus mencari inovasi pembinaan yang memiliki nilai keterampilan, produktivitas, serta manfaat nyata bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat. (*)
