Gowa – Dalam rangka memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pengamanan serta intelijen pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengamanan dan Intelijen Tahun 2026 dari Direktorat Pengamanan & Intelijen, Senin Sore (26/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda monitoring dan evaluasi Direktorat Pengamanan dan Intelijen di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Selatan yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026. Tim dipimpin oleh Heri Kusrita selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Pemasyarakatan bersama enam anggota tim.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Hj. Marwati yang didampingi jajaran pejabat struktural dan petugas terkait. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan monitoring dan evaluasi berdasarkan instrumen Monev 2026 guna meninjau pelaksanaan tugas pengamanan dan intelijen di lingkungan lapas.
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa. Selain melaksanakan peninjauan pada aspek pengamanan, tim juga diajak melihat secara langsung berbagai program pembinaan kepribadian, kegiatan kemandirian warga binaan, serta inovasi unggulan yang dikembangkan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa.
Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan komitmen lapas dalam menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib, sekaligus mendukung pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan, kreativitas, dan bekal positif untuk kembali ke tengah masyarakat.
Ketua Tim Monev, Heri Kusrita, mengapresiasi keterbukaan jajaran Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dalam mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Ia juga menekankan pentingnya penguatan fungsi pengamanan dan intelijen yang berjalan seiring dengan pelaksanaan program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi sarana untuk melihat secara langsung pelaksanaan tugas di lapangan, mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperkuat, serta mendorong peningkatan kualitas kinerja pengamanan dan intelijen. Kami juga mengapresiasi berbagai program pembinaan dan inovasi yang ditunjukkan, karena pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang keamanan, tetapi juga tentang proses pembinaan yang memberikan manfaat bagi warga binaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Hj. Marwati, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran lapas untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, khususnya dalam bidang pengamanan dan intelijen.
“Kami menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini sebagai bentuk pengawasan, pembinaan, sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di lapangan. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengamanan, meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga situasi lapas agar tetap aman dan kondusif. Di sisi lain, kami juga terus mengembangkan program pembinaan, kegiatan kemandirian, dan inovasi unggulan agar warga binaan memperoleh manfaat nyata selama menjalani masa pembinaan,” ujar Marwati.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme petugas, memperkuat sistem pengamanan dan intelijen, serta mengoptimalkan program pembinaan dan kemandirian warga binaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang semakin berkualitas, aman, dan humanis. (*)
