GOWA — Upaya percepatan infrastruktur pedesaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus digelorakan di wilayah Kabupaten Gowa. Personel gabungan TNI bersama masyarakat setempat tetap semangat melaksanakan pekerjaan fisik pembangunan Jembatan Beton Tahap VI yang tersebar di tiga titik lokasi strategis. Senin (10/08/2026).
Pekerjaan skala besar ini melibatkan sinergi personel dari Yonzipur, Zibang, Yon Tp, serta Babinsa Kodim 1409/Gowa yang terjun langsung ke lapangan berbaur dengan warga lokal.
Adapun tiga lokasi pengerjaan jembatan tersebut meliputi Sungai Ere Pucca’ (Desa PAO, Kec. Tombolo Pao): Pengerjaan fisik saat ini telah mencapai progres 10%, Sungai Mamingko (Desa Balassukka, Kec. Tombolo Pao): Pengerjaan tahap awal mencatatkan progres 7,15% dan Sungai Jatia (Dusun Jatia, Desa Salajangki, Kec. Bontonompo Selatan): Tahap perintisan dan penyiapan struktur berjalan dengan progres 4%.
Pembangunan tiga jembatan beton ini ditujukan untuk mempermudah akses mobilitas warga, memperlancar arus transportasi hasil pertanian, serta menghubungkan konektivitas antarwilayah yang selama ini terhalang oleh alur sungai.
Kehadiran personel TNI di tengah-tengah pemukiman warga mendapat sambutan hangat. Masyarakat setempat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan kerja keras jajaran Kodim 1409/Gowa beserta satuan terkait.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan beton ini sudah sangat dirindukan oleh warga. Selama ini, akses melintasi sungai sering kali menjadi kendala, terutama saat debit air meningkat di musim hujan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Kehadiran jembatan beton ini adalah impian kami agar anak-anak bisa sekolah dengan aman dan hasil kebun warga bisa diangkut ke kota dengan lebih mudah. Kami siap membantu sepenuhnya sampai jembatan ini selesai,” ujar salah satu warga di lokasi pengerjaan.
Antusiasme warga terlihat dari aksi gotong royong yang tercipta di lapangan. Warga secara sukarela bahu-membahu bersama para prajurit menyiapkan material, mengangkut bahan bangunan, hingga menyediakan logistik sederhana bagi para pekerja.
Proses pembangunan jembatan beton di ketiga titik tersebut dipastikan akan terus dipacu secara bertahap dan terukur dengan tetap mengedepankan kualitas bangunan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang. (*)
