Nusakambangan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kumbang terus memperkuat pembinaan keagamaan dan kerohanian bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tanpa memandang latar belakang keyakinan. Pada Rabu pagi, (9/9/2026), pukul 09.00 WIB, digelar kebaktian bagi warga binaan yang beragama Buddha di Vihara yang berada di lingkungan Lapas Kumbang.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan tertib, serta diisi langsung oleh penyuluh agama Buddha dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap. Seluruh warga binaan yang beragama Buddha mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan di bawah pengawasan petugas lapas, dan suasana berjalan aman, lancar, serta kondusif hingga kegiatan selesai.
Kepala Lapas Kelas IIA Kumbang, Herman Anwar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program pembinaan kepribadian yang dijalankan lembaga pemasyarakatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.
“Pembinaan kerohanian sangat penting bagi pembentukan karakter warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan ini, kami berharap para warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan berkomitmen memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujar Herman Anwar.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara Lapas Kumbang dengan instansi terkait, dalam hal ini Kementerian Agama Kabupaten Cilacap. Ke depannya, pihak Lapas akan terus menjalin koordinasi berkala dengan Kemenag maupun yayasan Buddhis setempat agar pembinaan keagamaan dapat berjalan berkelanjutan dan semakin berkualitas.
Diharapkan, melalui kegiatan ibadah yang rutin dan terarah ini, seluruh warga binaan dapat memperoleh ketenangan batin serta bekal moral yang kuat untuk membangun kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (*)
