Nusakambangan – Lapas Kelas IIA Kumbang mengambil langkah nyata dalam mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelaksanaan pelatihan keterampilan barista. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, (21/6/2026),ini menjadi program perdana sejalan dengan pengoperasian Lapas Kumbang yang baru dimulai pada bulan Februari tahun ini.
Kegiatan pembinaan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kumbang, Herman Anwar, didampingi oleh Kepala Seksi Pembinaan Warga Binaan (Binadik) serta Kepala Seksi Kegiatan Kerja dan Pengembangan Kemandirian (Giatja). Pelatihan ini diselenggarakan atas kerja sama dengan salah satu kafe yang berlokasi di Kabupaten Cilacap, sebagai wujud sinergi antara instansi pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung program pemasyarakatan.
Sementara itu, Kalapas Kumbang Herman Anwar, Menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif sekaligus membekali WBP dengan keahlian khusus.
“Warga binaan kami mendapatkan pembinaan dan keterampilan kemandirian dalam meracik kopi. Ini adalah kegiatan pertama kali dilaksanakan sejak Lapas Kumbang beroperasi pada Februari lalu, dan kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan mitra dari dunia usaha,” ujar Herman.
Dalam sesi pelatihan, para warga binaan dibekali dengan berbagai materi dasar hingga praktik, mulai dari teknik dasar pembuatan berbagai jenis kopi, pengoperasian dan perawatan peralatan barista, hingga tata cara pelayanan kepada pelanggan. Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat tertib, aman, dan dipenuhi antusiasme tinggi dari seluruh peserta yang berpartisipasi.
Program ini bertujuan agar setelah menyelesaikan masa pidana, para warga binaan memiliki bekal keterampilan, kemampuan kerja, dan modal usaha yang memadai untuk kembali ke masyarakat secara mandiri dan produktif.
Ke depannya, Lapas Kelas IIA Kumbang berkomitmen untuk terus melaksanakan pelatihan keterampilan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat program pembinaan, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui kemandirian ekonomi. Laporan kegiatan ini telah disampaikan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah untuk mendapatkan petunjuk dan arahan lebih lanjut. (*)

