MAKASSAR – Lapas Kelas I Makassar menyatakan dukungannya terhadap upaya mewujudkan Makassar sebagai Eco-Model City melalui pengembangan program pembinaan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta penguatan ketahanan pangan.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi terkait pengembangan lingkungan berkelanjutan yang dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia, Andi Pangerang Nur Akbar beserta jajaran, serta Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Makassar, Andi Akbar.
Dalam kesempatan tersebut, Sutarno menyampaikan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan yang diterapkan oleh Kota Maniwa, Jepang, dan tengah dikembangkan di Kota Makassar merupakan langkah strategis yang patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pemasyarakatan.
“Lapas Makassar siap menjadi bagian dari upaya mewujudkan Makassar Eco-Model City melalui program pembinaan yang berfokus pada pengembangan pertanian, penghijauan, dan pemanfaatan lahan produktif. Kami percaya bahwa pembinaan tidak hanya membentuk keterampilan kerja warga binaan, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Sutarno.
Menurutnya, semangat pembangunan hijau yang diusung Kota Makassar sejalan dengan berbagai program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan di Lapas Makassar. Melalui kegiatan budidaya pertanian, pengelolaan lahan produktif, dan berbagai program ketahanan pangan, warga binaan didorong untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat sekaligus memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia, Andi Pangerang Nur Akbar, mengapresiasi komitmen Lapas Makassar dalam mendukung agenda lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan kota yang hijau, tangguh, dan berdaya saing.
“Kami melihat Lapas Makassar memiliki potensi besar dalam mengembangkan program pembinaan berbasis lingkungan. Dengan sinergi yang baik, berbagai program produktif yang dijalankan dapat menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari berbagai sektor, termasuk lembaga pemasyarakatan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Makassar, Andi Akbar, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pertanian dan pemanfaatan lahan produktif sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Lapas Kelas I Makassar optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendukung terwujudnya Makassar Eco-Model City. Semangat menjaga lingkungan dan membangun masa depan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjadi budaya yang tertanam kuat, baik bagi warga binaan maupun seluruh masyarakat. (*)

