Makassar — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif melalui kegiatan panen ikan lele dan tanaman selada hasil program pembinaan kemandirian. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Rutan Makassar menciptakan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan selama menjalani masa pidada Jum’at, (11/9/2026).
Kegiatan panen dilakukan bersama petugas dan warga binaan yang terlibat dalam proses pemeliharaan, mulai dari perawatan ikan lele hingga budidaya tanaman selada. Hasil panen menjadi bukti bahwa lahan dan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus membangun keterampilan yang dapat dikembangkan setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker) Rutan Kelas I Makassar, Syahidillah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan keterampilan warga binaan.
“Setiap proses yang mereka jalani di sini adalah bagian dari pembelajaran. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan, rasa tanggung jawab, dan semangat untuk terus produktif, sehingga ada bekal yang dapat mereka bawa ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan program pembinaan kemandirian menjadi hal penting agar warga binaan dapat terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Panen hari ini adalah hasil dari kerja keras dan ketekunan. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berkembang dan semakin banyak warga binaan yang mendapatkan pengalaman serta keterampilan yang bermanfaat,” tambah Syahidillah.
Melalui program pembinaan kemandirian, Rutan Makassar terus mendorong warga binaan untuk mengisi masa pembinaan dengan kegiatan positif, produktif, dan bernilai ekonomi. Hasil panen ikan lele dan selada sekaligus menjadi gambaran bahwa proses pembinaan dapat melahirkan karya nyata dari balik jeruji. (*)
