Makassar — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui inovasi pembinaan pegawai. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peluncuran resmi proyek perubahan STRAPSUS PAS, yang dilaunching oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Hernowo Sugiastanto, di Aula Dr. Sahardjo Kanwil Ditjenpas Sulsel, Sabtu (10/10/2026).
STRAPSUS PAS merupakan inovasi proyek perubahan hasil Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 yang digagas oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulsel, Muhammad Ali. Program ini hadir sebagai strategi pembinaan khusus bagi pegawai Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara terintegrasi, terstruktur, terarah, dan terukur — guna membentuk aparatur yang kompeten, berintegritas, dan profesional.
Kegiatan peluncuran dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, para Kepala Bidang Kanwil Ditjenpas Sulsel, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Sulsel Hernowo Sugiastanto menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap kehadiran STRAPSUS PAS sebagai langkah inovatif penguatan kualitas aparatur Pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan sarana prasarana, melainkan juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan tugas di dalamnya.
“Petugas Pemasyarakatan merupakan ujung tombak keberhasilan organisasi. Karena itu, peningkatan kompetensi, integritas, dan profesionalisme harus menjadi prioritas. Saya mengapresiasi hadirnya STRAPSUS PAS sebagai inovasi yang diharapkan mampu membentuk petugas yang tidak hanya memahami tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan Pemasyarakatan yang semakin kompleks,” ujar Hernowo.
Hernowo juga menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui implementasi yang konsisten serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi.
“Saya berharap STRAPSUS PAS tidak sekadar menjadi proyek perubahan di atas kertas atau berhenti setelah peluncuran. Program ini harus benar-benar dilaksanakan, dievaluasi, dan dikembangkan secara berkelanjutan. Ukuran keberhasilannya adalah perubahan nyata pada kualitas petugas, disiplin kerja, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulsel, Muhammad Ali, selaku penggagas proyek perubahan, menjelaskan bahwa STRAPSUS PAS lahir dari kebutuhan menghadirkan pola pembinaan pegawai yang lebih sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan.
Melalui program ini, pembinaan pegawai diarahkan tidak hanya pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan kedisiplinan, ketangguhan fisik, pembentukan karakter, serta penegakan integritas dalam pelaksanaan tugas.
“STRAPSUS PAS kami hadirkan sebagai strategi pembinaan khusus yang mengintegrasikan berbagai aspek pengembangan pegawai dalam satu pola pembinaan yang terstruktur dan terukur. Kami ingin membangun proses pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab petugas Pemasyarakatan,” jelas Muhammad Ali.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa STRAPSUS PAS mengusung semangat “Petugas Paten, Pembinaan Pasti, Pemasyarakatan Berdampak” menggambarkan keterkaitan erat antara kualitas petugas, efektivitas pembinaan, dan hasil pelayanan Pemasyarakatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Melalui STRAPSUS PAS, kami ingin memastikan bahwa pembinaan pegawai memiliki arah yang jelas, proses yang berkelanjutan, dan hasil yang dapat diukur. Ketika petugas dibina dengan baik, kompetensi dan integritasnya akan semakin kuat. Dari petugas yang berkualitas, kita harapkan lahir pelayanan dan pembinaan Pemasyarakatan yang semakin optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Muhammad Ali juga menekankan pentingnya dukungan dan keterlibatan seluruh Kepala UPT agar STRAPSUS PAS dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh lingkungan Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.
Peluncuran STRAPSUS PAS menjadi tonggak awal penguatan sistem pembinaan pegawai yang lebih inovatif dan berorientasi pada hasil. Dengan implementasi serta evaluasi berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif dalam budaya kerja, peningkatan kompetensi aparatur, dan peningkatan kualitas pelayanan Pemasyarakatan secara menyeluruh.
Dengan hadirnya STRAPSUS PAS, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia Pemasyarakatan yang unggul, profesional, dan berintegritas, sekaligus mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang semakin maju dan berdampak bagi masyarakat. (*)
