Gowa – Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menerima kunjungan Tim Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Selasa, (15/7/2025).
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Tata Kelola Pemasyarakatan, Bapak Jumadi, ini merupakan bagian dari rangkaian Koordinasi dan Sinkronisasi Penyusunan Telaahan dan Rekomendasi Tata Kelola Pemasyarakatan di Sulawesi Selatan (14-16 Juli 2025). Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bidang Keamanan Kanwil Kemenkumham Sulsel dan jajarannya.
Tujuan utama kunjungan ini adalah pengumpulan data lapangan untuk memperkuat tata kelola pemasyarakatan. Bapak Jumadi menekankan pentingnya optimalisasi manajemen pemasyarakatan dalam menghadapi tantangan seperti overkapasitas, overstay, dan pelaksanaan program integrasi. Beliau mengapresiasi upaya Lapas Perempuan Sungguminasa dalam penguatan sistem dan layanan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Ibu Yohani Widayati, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan warga binaan.
Beliau menyatakan kesiapan Lapas Sungguminasa untuk mendukung tata kelola berbasis data dan evaluasi berkelanjutan, serta berharap masukan dan evaluasi dari tim pusat dapat membantu peningkatan kinerja.
Tim Deputi melakukan peninjauan langsung ke berbagai area vital Lapas, termasuk dapur, blok hunian, tempat ibadah, wartelsuspas (warga binaan teladan), klinik kesehatan, dan bengkel kerja kemandirian.
Selain itu, dilakukan wawancara dan pengumpulan data terkait isu-isu strategis seperti overcrowded, overstay, pelaksanaan asimilasi dan integrasi, serta pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban. Kabid Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Bapak Herman Anwar, dan jajarannya turut mendampingi kunjungan ini.
Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas di Sulawesi Selatan. Lapas Perempuan Sungguminasa diharapkan dapat menjadi contoh bagi UPT Pemasyarakatan lainnya dalam menerapkan tata kelola yang efektif dan adaptif. (*)

