Gowa – Pos pengamanan mudik yang didirikan oleh Polres Gowa di depan Pasar Minasaupa, jalan poros Gowa–Takalar, tampil berbeda dari biasanya dengan mengusung konsep rumah adat khas Gowa yang menyerupai Balla Lompoa.
Balla Lompoa merupakan rumah adat bersejarah Kerajaan Gowa yang kini difungsikan sebagai museum, dengan bangunan aslinya berlokasi di Jalan Usman Salengke, sekitar satu kilometer dari lokasi pos pengamanan tersebut. Nuansa budaya lokal terasa sangat kental, mulai dari tampilan luar hingga interior pos.
Pada bagian atap, terlihat miniatur kepala kerbau yang menjadi ciri khas khas Balla Lompoa. Di dalam pos, terdapat karpet merah dan meja panjang yang memungkinkan para pemudik duduk lesehan dengan nyaman. Di atas meja tersebut juga disajikan enam bosara – wadah kue tradisional yang biasa digunakan dalam perjamuan kerajaan.
Di sudut ruangan terdapat kursi yang dirancang menyerupai dekorasi pelaminan khas Makassar, yang dapat digunakan pemudik untuk beristirahat maupun berswafoto. Di kedua sisi kursi yang dihiasi ornamen emas tersebut, berdiri payung bersusun tiga yang menjadi simbol kebesaran Kerajaan Gowa. Untuk memperkuat nuansa budaya lebih lanjut, replika tombak khas pasukan kerajaan serta sejumlah alat musik tradisional seperti gong, gendang, suling, dan biola juga dipajang dengan rapi.
Selain menghadirkan sentuhan kearifan lokal yang membuat pos terasa lebih hangat dan berkesan, fasilitas yang disediakan juga sangat lengkap untuk mendukung kenyamanan pemudik. Antara lain minuman gratis, tempat istirahat, musala dengan fasilitas wudu dan toilet, layanan kesehatan termasuk pengecekan tekanan darah, serta bengkel gratis bagi pengendara yang mengalami kendala kendaraan.
Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, menjelaskan bahwa konsep unik ini dihadirkan sebagai bentuk pelayanan publik sekaligus upaya pelestarian budaya lokal.
“Kami memahami betul bahwa masyarakat Kabupaten Gowa sangat kental dengan adat dan budaya. Ini merupakan hal perdana di Polres Gowa, dengan niat menghadirkan pelayanan yang tetap mengedepankan nilai budaya dan adat,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pemudik yang melintas di wilayah Gowa untuk singgah dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah disiapkan. “Di sini kami menyediakan tempat istirahat dengan tema budaya Gowa, minuman gratis bagi masyarakat maupun pemudik. Lokasinya tepat di depan Pasar Minasaupa sebelum jembatan kembar, silakan singgah dan rasakan kehangatan pelayanan serta keindahan budaya Gowa,” tambahnya.
Dengan konsep yang menggabungkan fungsi praktis dan edukasi budaya, Pos Pengamanan Mudik Polres Gowa tidak hanya berperan sebagai tempat beristirahat dan mendapatkan bantuan, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas, termasuk pemudik yang datang dari berbagai daerah. (*)

