Makassar – Dalam suasana pagi dan matahari perlahan meninggi, warga binaan tampak khusyuk membaca ayat suci Al-Quran dalam program tahsin di Masjid Nurul Iman Rutan Kelas I Makassar. Rabu, (26/6/2024).
Menurut Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan, Muhammad Ramadlon Afwan, program tahsin ini diikuti oleh seluruh pengajar Dirosa yang berasal dari 8 blok hunian warga binaan.
“Yang ikut tahsin itu kebanyakan dari warga binaan yang termasuk pengajar dirosa dari tiap blok, dan yang mau memperlancar bacaan dan itu setiap hari,” ujarnya.
Secara turun-temurun, dengan bimbingan yang telaten dan sistematis, para peserta tahsin diajak untuk memperbaiki bacaan Al-Quran mereka, sehingga mampu membaca dengan lebih baik dan benar.
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Angga Satrya menyebut program tahsin ini merupakan bagian dari inovasi Serbuan Literasi (SERLI), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberikan literasi dan ilmu agama bagi warga binaan.
“Inovasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru tetapi juga menumbuhkan semangat keagamaan dan memperkuat ikatan sosial, rasa persaudaraan di antara para peserta,” ucapnya.
Para pengajar Dirosa, yang juga merupakan warga binaan, menunjukkan dedikasi tinggi dalam membimbing rekan-rekan mereka, menciptakan atmosfer belajar yang saling mendukung dan menginspirasi.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk dari warga binaan itu sendiri yang merasa mendapatkan manfaat besar dari program tersebut.
Mereka mengungkapkan bahwa selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran, program tahsin ini juga memberikan ketenangan batin dan semangat baru dalam menjalani hari-hari di dalam Rutan.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah sangat berharap dengan adanya program SERLI ini, warga binaan dapat memperoleh bekal ilmu yang berguna yang dapat mereka terapkan serta memperbaiki diri, baik secara spiritual maupun moral, selama menjalani masa pidana. (*)
