Gowa – Pemerintah Desa Bontoala menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba dan HIV/AIDS dengan menggelar sosialisasi di Aula Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kamis, (25/09/2025). Acara ini merupakan sinergi antara Pemdes Bontoala, Satuan Narkoba Polres Gowa, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS, serta mendorong peran aktif dalam pencegahan. Berbagai elemen masyarakat hadir, termasuk Ketua BPD Desa Bontoala, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perwakilan Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda.
Sementara, Penjabat Kepala Desa Bontoala Jumriati Aggas, dalam sambutannya menegaskan bahwa desa yang kuat adalah desa yang warganya sehat dan terbebas dari pengaruh negatif narkoba serta HIV/AIDS.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya Warga Desa Bontoala untuk bersatu padu menjaga lingkungan desa,” Anaknya.
Di tempat yang sama, Iptu Firman SH, MH, Kasat Narkoba Polres Gowa, memberikan pemaparan komprehensif mengenai jenis-jenis narkotika, modus operandi peredaran, serta dampak hukum dan sosial yang ditimbulkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan sekitar,” Tegasnya.
Sementara itu, Hendra Dini, S.Kep, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, memberikan edukasi mendalam tentang HIV/AIDS. Materi yang disampaikan meliputi cara penularan, gejala, pencegahan, pentingnya deteksi dini, dan pengobatan bagi penderita.
Hendra Dini juga menekankan bahwa HIV/AIDS bukanlah aib dan mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap ODHIV (Orang dengan HIV).
Camat Pallangga, Sahcrial AP, memberikan apresiasi kepada Desa Bontoala atas inisiatifnya dalam menggelar sosialisasi ini.
“Kami dari pemerintah kecamatan akan terus mendukung upaya-upaya pencegahan narkoba dan HIV/AIDS di seluruh wilayah Kecamatan Pallangga,” Ucapnya.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan antusiasme peserta untuk memahami lebih dalam tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Warga berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Laporan: Irham

