GOWA – Di tengah malam yang mencekam, Saiful Haeruddin (19), seorang pemuda dari Buttadidia, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, menjadi korban keganasan geng motor. Anak panah (busur) menancap di lehernya, mengancam nyawanya.
Kabar tragis ini sampai ke telinga Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin. Tanpa menunggu lama, ia bergegas mengunjungi Saiful di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Kedatangannya bukan hanya untuk melihat kondisi Saiful, tetapi juga untuk memastikan bahwa pemuda itu mendapatkan perawatan medis yang layak.
“Saya sudah melihat langsung kondisi korban. Alhamdulillah, sudah tertangani dan operasinya berjalan baik,” ujar Darmawangsyah Muin setelah kunjungannya pada Kamis (16/10/2025).
Darmawangsyah menjelaskan bahwa Saiful masuk sebagai pasien umum dan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Menyadari kondisi keluarga Saiful yang kurang mampu, pemerintah daerah dengan sigap mencari solusi.
“Melihat kondisi keluarga yang tidak mampu, kami langsung mencari solusi agar bisa segera ditangani. Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Gowa memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan Saiful akan ditanggung sepenuhnya.
“Soal biaya operasi dan pemulihan, kami bantu sampai tuntas,” tegas Darmawangsyah.
Plt Direktur RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr. Gaffar T. Karim, menjelaskan bahwa penanganan terhadap Saiful telah dilakukan sesuai prosedur medis. Ia membantah adanya keterlambatan penanganan seperti yang dikabarkan.
“Saya klarifikasi bahwa pasien ditangani sesuai SOP. Korban masuk pukul 23.49 Wita, dan kami langsung melakukan pemeriksaan serta persiapan operasi. Tindakan operasi dilakukan pukul 09.00 hingga 11.00 Wita. Jadi tidak benar kalau dibilang terlambat,” jelas dr. Gaffar.
Dr. Gaffar juga menambahkan bahwa kasus Saiful tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan karena termasuk dalam kategori tindak pidana kekerasan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018.
Ani, ibunda Saiful, tak kuasa menahan haru dan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas respon cepat dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.
“Kami berterima kasih atas kunjungan Bapak Wabup Gowa, terima kasih Pemda Gowa biayanya ditanggung pemerintah karena saya tidak punya biaya sebesar itu untuk operasi, tapi dibantu pemerintah. Alhamdulillah sudah ditangani sekarang,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kisah Saiful adalah cerminan dari kepedulian dan kehadiran pemerintah di saat-saat sulit. Uluran tangan Pemerintah Kabupaten Gowa bukan hanya menyelamatkan nyawa Saiful, tetapi juga memberikan harapan dan kelegaan bagi keluarganya. (Fan)

