GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memastikan harga sejumlah kebutuhan pokok menjalang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap aman dan terkendali. Hal ini disampaikan setelah tim melakukan pengecekan langsung di Pasar Induk Minasa Maupa, Kabupaten Gowa, pada Jumat (12/12/2025) kemarin.
“Hasil pemantauan TPID Kabupaten Gowa di pasar tradisional menunjukkan bahwa harga masih relatif terkendali,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, yang memimpin kegiatan pemantauan tersebut.
Namun, Andy Azis mengakui ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain ayam, cabai, dan bawang. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan secara teratur.
“Kami TPID Gowa akan terus memantau agar jelang Nataru ini harga tetap dapat terjangkau oleh masyarakat,” harapnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, Amri, menjelaskan bahwa kenaikan harga ayam disebabkan oleh tingginya permintaan.
“Ayam mengalami kenaikan karena banyaknya permintaan dari dapur-dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang langsung mengambil stok di kandang,” jelasnya.
Salah satu pedagang di Pasar Induk Minasa Maupa, Udin, mengungkapkan kekhawatiran berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang seringkali mengalami kenaikan harga drastis menjelang akhir tahun.
“Semoga harga ikan dan bahan pokok tidak melonjak naik seperti tahun-tahun lalu. Apalagi harga ikan di akhir tahun ini bisa naik sampai 2 kali lipat akibat cuaca buruk dan permintaan yang meningkat,” katanya.
Udin juga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk menstabilkan harga agar pedangan dan pembeli sama-sama terbantu.
Terpisah, Stevan, seorang distributor gula dan terigu di Jalan Usman Salengke, Sungguminasa, menyatakan bahwa harga gula dan terigu masih stabil dengan persediaan yang cukup. “Hanya saja permintaan agak lesu dibandingkan tahun-tahun kemarin,” tambahnya. (Fan)

