PALOPO — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan, Mulyadi, melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan penguatan langsung kepada jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Palopo, Minggu (30/8/2026). Mengusung semangat “Hadir Memperkuat, Bergerak Memberi Dampak”, kunjungan ini menjadi momentum krusial untuk menyamakan persepsi, memperkokoh pelaksanaan tugas, serta memastikan seluruh elemen berjalan secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Dalam kunjungannya, Mulyadi berinteraksi langsung dengan seluruh elemen di kedua lembaga dan menegaskan bahwa pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak boleh terpaku hanya pada aspek keamanan dan ketertiban semata. Lebih dari itu, pemasyarakatan harus mencakup pelayanan prima, pembinaan yang bermutu, pemenuhan hak warga binaan secara adil, serta optimalisasi pembimbingan kemasyarakatan hingga warga binaan mampu kembali dan berintegrasi di tengah masyarakat.
Mulyadi secara khusus menekankan bahwa keamanan dan kewaspadaan adalah fondasi utama yang harus dijaga tanpa kompromi. Seluruh jajaran diminta memperketat pengawasan, meningkatkan deteksi dini terhadap segala bentuk potensi gangguan, dan tidak sekecil apa pun melonggarkan kewaspadaan.
“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten dan penuh kedisiplinan. Kita tidak boleh lengah sedikit pun terhadap segala potensi gangguan yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan,” tegasnya.
Selain keamanan, integritas menjadi penekanan utama dalam arahan Kakanwil. Setiap petugas diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik institusi, memegang teguh etika jabatan, dan tidak menyalahgunakan wewenang yang telah diberikan. Integritas dan profesionalisme harus menjadi landasan dalam setiap tindakan, agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan tetap terjaga.
“Integritas dan profesionalisme harus menjadi fondasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Jangan pernah menyalahgunakan kewenangan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga soliditas antar sesama, dan berikan pelayanan terbaik baik kepada masyarakat maupun warga binaan,” ujar Mulyadi.
Kepada jajaran Bapas Kelas II Palopo, Mulyadi meminta terus mengoptimalkan tugas pembimbingan kemasyarakatan, pendampingan, pengawasan, serta upaya reintegrasi sosial warga binaan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi erat antara Lapas dan Bapas adalah kunci agar proses pembinaan berjalan berkelanjutan — dari masa pemasyarakatan hingga warga binaan kembali mandiri di masyarakat.
Di Lapas Kelas IIA Palopo, Mulyadi meninjau langsung fasilitas layanan publik, meliputi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Poli Klinik. Peninjauan ini menjadi wujud nyata komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan berjalan sesuai standar.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil juga memberikan premi secara langsung kepada warga binaan — bentuk perhatian sekaligus pengingat bahwa penyelenggaraan pemasyarakatan harus senantiasa mengedepankan aspek kemanusiaan dan pelayanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, menyambut baik kunjungan dan arahan Kakanwil. Ia menyatakan penguatan ini menjadi dorongan besar bagi seluruh jajaran untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja.
“Arahan dan penguatan yang diberikan Kakanwil menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. Kami siap menindaklanjuti seluruh arahan dengan memperkuat integritas, kedisiplinan, profesionalisme, keamanan, serta mempererat sinergi antara Lapas dan Bapas,” tegas Jose Quelo.
Melalui kunjungan kerja ini, jajaran Lapas Kelas IIA Palopo dan Bapas Kelas II Palopo berkomitmen menindaklanjuti setiap arahan serta melakukan evaluasi kinerja secara berkelanjutan. Penguatan ini diharapkan semakin memperkokoh keamanan, integritas, kedisiplinan, dan soliditas jajaran, sekaligus mendorong terwujudnya pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)
