Gowa — Baru saja resmi mengemban amanah sebagai Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Hj. Marwati, S.Ag., M.Si. langsung tancap gas. Tidak ingin berlama-lama, Kalapas yang baru ini segera memberikan briefing kepada seluruh jajaran pegawai Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa sebagai langkah awal membangun semangat baru, memperkuat kekompakan, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan Senin, (31/8/2026).
Dalam arahannya, Hj. Marwati menekankan bahwa pergantian pimpinan bukan sekadar pergantian sosok, tetapi menjadi momentum untuk melakukan penyegaran, evaluasi, dan peningkatan kinerja. Setiap pegawai diharapkan mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, profesional, serta memiliki inisiatif untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
“Kita harus bekerja dengan semangat, bekerja dengan hati, dan terus meningkatkan kualitas diri. Jangan hanya menunggu perintah, tetapi harus memiliki inisiatif dan kreativitas dalam melaksanakan tugas,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam briefing tersebut.
Hj. Marwati juga mengajak seluruh jajaran untuk membangun budaya kerja yang positif dan saling mendukung. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak dapat dicapai hanya oleh satu atau dua orang, tetapi membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh jajaran.
“Tidak ada superman dalam organisasi, yang ada super team. Karena itu, mari kita saling mendukung, saling mengingatkan dan bersama-sama membawa Lapas Perempuan Sungguminasa menjadi lebih baik,” ujarnya.
Salah satu perhatian khusus yang disampaikan Kalapas adalah terkait peningkatan kreativitas dalam produk pembinaan kemandirian. Program pembinaan yang telah berjalan di Lapas Perempuan Sungguminasa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan rutin semata, tetapi terus dikembangkan agar menghasilkan produk yang memiliki nilai guna, nilai jual, serta mampu menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Pegawai didorong untuk lebih kreatif dalam melihat potensi yang ada, baik dari sisi keterampilan warga binaan, bahan yang tersedia, maupun peluang pengembangan produk. Produk-produk hasil pembinaan diharapkan dapat terus dilakukan inovasi, mulai dari kemasan, kualitas, desain, pemasaran hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.
“Kita harus berpikir bagaimana produk pembinaan ini bisa semakin dikenal, semakin menarik dan memiliki nilai ekonomi. Kreativitas harus terus hidup. Jangan takut mencoba sesuatu yang baru selama itu positif dan sesuai dengan aturan,” tegas Hj. Marwati.
Selain peningkatan kinerja dan kreativitas produk kemandirian, sektor kehumasan juga menjadi salah satu perhatian penting dalam arahan perdana Kalapas. Menurutnya, berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan oleh Lapas Perempuan Sungguminasa perlu dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.
Humas bukan hanya bertugas mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menjadi wajah organisasi dalam menyampaikan informasi kepada publik. Oleh karena itu, semangat jajaran humas perlu terus ditingkatkan agar setiap program, inovasi, prestasi, maupun kegiatan pembinaan yang dilaksanakan dapat tersampaikan secara informatif, menarik, dan positif.
Dokumentasi kegiatan pun diharapkan tidak sekadar menjadi arsip, tetapi dapat dikemas menjadi konten yang edukatif, inspiratif, kreatif, dan humanis sehingga masyarakat dapat melihat bahwa pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang pelaksanaan pidana, tetapi juga tentang pembinaan, perubahan, pemberdayaan, dan proses mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Humas harus lebih semangat lagi. Apa yang kita kerjakan harus diketahui masyarakat, tentu dengan penyampaian yang baik dan positif. Kegiatan yang bagus kalau tidak dikomunikasikan, orang tidak akan tahu. Jadi, dokumentasi dan publikasi juga merupakan bagian penting dari pekerjaan kita,” pesan Hj. Marwati.
Briefing tersebut sekaligus menjadi momentum bagi seluruh pegawai untuk menyatukan langkah dan menyambut kepemimpinan baru dengan semangat baru. Hj. Marwati mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya mempertahankan hal-hal baik yang telah berjalan, tetapi juga berani melakukan inovasi dan menghadirkan terobosan baru.
Ia berharap seluruh pegawai dapat bekerja dengan penuh integritas, menjaga kedisiplinan, meningkatkan pelayanan, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Dengan semangat “tancap gas”, Hj. Marwati mengawali langkahnya sebagai Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dengan sebuah pesan sederhana namun kuat: bekerja bersama, bergerak bersama, dan memberikan yang terbaik untuk organisasi.
Pergantian kepemimpinan menjadi awal dari sebuah perjalanan baru. Dengan energi baru, ide-ide baru, kreativitas yang semakin berkembang, serta kekompakan seluruh jajaran, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa siap melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru menuju pemasyarakatan yang semakin profesional, produktif, humanis, dan berdampak positif bagi masyarakat. (*)
