Gowa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menyelenggarakan ibadah khusus dalam rangka memperingati Kenaikan Yesus Kristus bersama rombongan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Sulselra(13/05).
Kegiatan yang berpusat di Aula Beriman Lapas ini menjadi momentum refleksi iman bagi seluruh Warga Binaan Nasrani untuk memaknai peristiwa sakral tersebut sebagai sumber kekuatan dalam menjalani masa pembinaan.
Rangkaian ibadah diawali dengan lantunan puji-pujian yang membangkitkan semangat spiritualitas di dalam aula. Suasana haru tampak menyelimuti para warga binaan saat doa bersama dipanjatkan, memohon pemulihan dan penyertaan Tuhan.
Ketua PGIW Sulselra, Pendeta Metris dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan kasih ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wujud kepedulian gereja terhadap warga binaan yang sedang berjuang
memperbaiki diri.
Pendeta Wesley Mamahit yang memimpin ibadah dalam pesan rohaninya menekankan bahwa peristiwa Kenaikan Yesus Kristus adalah bukti bahwa harapan itu selalu ada. “Kenaikan-Nya ke surga memberikan janji bahwa kita tidak pernah dibiarkan sendirian. Biarlah peringatan kebaikan-Nya hari ini menjadi titik balik bagi Ibu-ibu sekalian untuk bangkit dari keterpurukan dan percaya bahwa masa depan yang cerah telah disiapkan bagi mereka yang mau bertobat,” pesannya dengan penuh kasih.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, memberikan apresiasi mendalam terhadap kehadiran PGIW Sulselra yang telah memfasilitasi ibadah peringatan ini. Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasi Adm. Kamtib Ibu Bungawali, Kalapas menyampaikan bahwa pembinaan mental melalui peringatan hari besar keagamaan seperti ini merupakan bagian penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.
“Peringatan Kenaikan Yesus Kristus ini kami harapkan dapat memberikan kedamaian hati bagi warga binaan. Kami sangat berterima kasih atas dukungan PGIW Sulselra yang terus membantu kami dalam membimbing mereka agar memiliki karakter yang mulia dan teguh dalam iman,” ungkap Yohani dalam sambutannya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap berjalan lancar, aman, dan penuh khidmat dengan pengawasan serta pendampingan dari Kasubsi Bimaswat dan Staf Binadik. Koordinasi yang baik antara petugas lapas dan rombongan tamu memastikan esensi ibadah tetap terjaga tanpa mengabaikan protokol keamanan yang berlaku.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan di dalam kasih. Melalui peringatan kenaikan Yesus Kristus ini, Lapas Perempuan Sungguminasa berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi warga binaan dalam bertumbuh secara spiritual, sehingga mereka siap melangkah keluar sebagai pribadi yang lebih positif bagi keluarga dan masyarakat nantinya. (*)

