Makassar – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Mashudi, mengungkapkan kondisi kritis yang dihadapi Rutan dan Lapas di Indonesia akibat over kapasitas dan keterbatasan anggaran.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI, Dirjenpas memaparkan bahwa jumlah warga binaan terus meningkat, sementara anggaran yang tersedia jauh dari cukup.
“Saat ini, ada 530 Rutan dan Lapas di Indonesia dengan jumlah warga binaan mencapai 273.253 orang. Namun, anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Mashudi di Aula Pancasila Kanwil Ditjenpas Sulsel, beberapa hari yang lalu.
Menurutnya, warga binaan pemasyarakatan yang mendapatkan dukungan anggaran hanya 253.000 orang, sementara masih ada sekitar 15 ribu warga binaan yang belum terakomodasi dalam anggaran.
“Kami kekurangan sekitar Rp111 miliar. Ini belum termasuk biaya operasional lainnya seperti listrik, air, dan internet yang sangat penting untuk menunjang layanan di Lapas dan Rutan,” jelasnya.
Sebagai upaya mengatasi permasalahan ketahanan pangan di lapas, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, telah mengambil langkah strategis dengan membuka lahan ketahanan pangan guna mendukung kebutuhan konsumsi warga binaan.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan DPR dalam menambah anggaran serta mempercepat program reformasi pemasyarakatan. Tanpa dukungan yang memadai, kondisi ini akan semakin memburuk,” tegas Mashudi.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Sulsel, Rudy Fernando Sianturi dalam paparannya juga menyampaikan hal yang sama terkait masalah over kapasitas yang juga terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

