Makassar – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Makassar mengikuti cinematherapy melalui kegiatan nonton bareng film Miracle In Cell di Aula Blok hunian Andi Djemma, blok khusus narkotika. Rabu, (21/6/2023).
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Moch. Muhidin menyebut nonton bareng merupakan kegiatan rekreasi bagi warga binaan sebagai salah satu bentuk pembinaan yang diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 12 Tahun 1995.
“Rekreasi tidak selalu identik dengan melakukan perjalanan atau berkunjung ke tempat wisata. Warga Binaan Pemasyarakatan di sini bisa melakukan rekreasi dengan nonton film bareng,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Angga Satrya Mengatakan, kegiatan tersebut digelar bekerjasama dengan Mahasiswa BKP Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang saat ini tengah melakukan BKP dalam kurun waktu 5 bulan di Rutan Makassar.
“Sangat menyambut baik kegiatan dari adik-adik mahasiswa karena cinematherapy merupakan sesuatu yang baru dan sangat penting diberikan bagi saudara-saudara warga binaan yang tengah menjalani masa pidana di Rutan Makassar,” Kata Angga.
Fathinah, Mahasiswa BKP Fakultas Psikologi UNM menyampaikan bahwa ide pemberian cinematherapy melalui film Miracle In Cell dianggap berhubungan dengan kondisi yang dialami oleh warga binaan di Rutan Makassar.
Ia menyebut cinematherapy diberikan untuk meningkatkan rasa syukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan. Menurut Fathinah, dengan adanya rasa syukur dalam diri dapat mengurangi kecemasan dan membantu warga binaan untuk meningkatkan empatinya.
“Pengukurannya dilakukan dengan pemberian skala kebersyukuran sebelum dan setelah menonton menggunakan kuisioner. Untuk menunjukkan hasilnya, kami mempersilahkan 3 orang warga binaan untuk menyampaikan intisari yang didapatkan dalam film yang telah ditonton di hadapan teman-temannya,” jelasnya yang akrab disapa Fathin.
Marwah, Mahasiswa BKP Fakultas Psikologi UNM menambahkan bahwa selama melakukan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) di Rutan Makassar, ia dan rekannya telah memberikan 2 jenis terapi, yakni terapi Mandala Art dan Terapi Al-Qur’an. (*)

