MAKASSAR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gowa menyalurkan bantuan paket sembako kepada puluhan guru honorer di wilayah tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin, di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/3/2026).
Bantuan sosial ini menyasar sebanyak 80 guru honorer yang tersebar di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Gowa. Dalam kesempatannya, Darmawansyah Muin menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin antara PGRI dan Baznas. Menurutnya, sinergi lintas lembaga ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan tenaga pendidik honorer.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik antara PGRI dan Baznas melalui aksi sosial yang peduli terhadap nasib para guru honorer kita. Sinergi seperti ini menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Darmawansyah.
Ia berharap bantuan sembako ini dapat meringankan beban ekonomi para guru honorer, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup saat menjalankan ibadah puasa Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lebih jauh, Darmawansyah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menaruh perhatian serius terhadap kondisi guru honorer. Pasalnya, hingga saat ini masih terdapat ratusan guru honorer yang belum mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia. Di Gowa sendiri, jumlah guru honorer yang belum terangkat PPPK diperkirakan mencapai sekitar 600 orang,” tegasnya.
Darmawansyah menjelaskan bahwa persoalan ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Gowa, melainkan menjadi isu nasional akibat kebijakan pemerintah pusat yang menutup formasi PPPK. Oleh karena itu, Pemkab Gowa tidak tinggal diam dan terus mendorong agar kebijakan tersebut dapat dibuka kembali.
“Kami terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK. Harapan kami, pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, dapat memberikan perhatian lebih terhadap nasib para guru honorer ini,” tambahnya.
Ia berharap kolaborasi antara PGRI dan Baznas dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata bagi tenaga honorer. Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus memantau perkembangan kebijakan di tingkat pusat demi memperjuangkan masa depan para guru honorer agar memperoleh status yang lebih pasti sebagai abdi negara.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Sampe Mangiriang, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud solidaritas organisasi terhadap para guru honorer yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan meski dengan keterbatasan status dan kesejahteraan.
“Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, kami berharap ke depan cakupan penerima manfaat dapat semakin luas,” ungkap Sampe.
Salah satu penerima bantuan, Idris Syarif, guru honorer di SMK 4 Gowa, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para guru honorer untuk terus mengabdi.
“Kami berharap pemerintah dapat membuka peluang lebih luas agar tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK. Terima kasih kepada PGRI Gowa dan Baznas, semoga kolaborasi ini terus terjalin dengan baik melalui aksi sosial yang bermanfaat,” pungkas Idris. (Fan)

