Makassar – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan, memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pemberantasan narkoba melalui koordinasi intensif dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor BNNP Sulsel ini menandai komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkobanarkoba Selasa, (4/2/2025).
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari BNNP Sulsel dan menekankan pentingnya sinergitas dalam upaya memberantas narkoba di lingkungan Lapas dan Rutan. Ia juga menjabarkan tujuan kunjungan ini, yaitu memperkuat kerja sama dalam pemberantasan narkoba, meningkatkan layanan rehabilitasi bagi narapidana, dan mendukung percepatan implementasi 13 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberantasan halinar (handphone, pungli, dan narkoba).
“Kerja sama yang solid antara Ditjenpas dan BNNP sangat krusial. Kita perlu strategi yang terintegrasi untuk mencegah peredaran narkoba di dalam Lapas dan Rutan, serta memberikan kesempatan rehabilitasi bagi mereka yang terjerat,” Ujar Kakanwil Ditjenpas Sulsel.
Sementara, Kepala BNNP Sulsel menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen BNNP Sulsel dalam mendukung upaya Ditjenpas menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Ia menambahkan bahwa BNNP Sulsel siap berbagi pengetahuan dan sumber daya untuk mendukung program rehabilitasi dan pencegahan di Lapas dan Rutan.
Pertemuan yang berlangsung kondusif ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan antara Ditjenpas Sulsel dan BNNP Sulsel dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Kedua instansi sepakat untuk segera menindaklanjuti kesepakatan ini dengan rencana aksi yang konkret dan terukur. (*).

