Makassar – Momentum perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H menghadirkan suasana yang penuh haru dan kehangatan di lingkungan Rutan Kelas I Makassar. Selama dua hari pelaksanaan layanan kunjungan khusus hari raya, ribuan keluarga dari warga binaan memadati area kunjungan, melepas rindu, dan berbagi kebahagiaan bersama kerabat mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Sejak pagi hari, antrean pengunjung sudah terlihat berbaris dengan tertib di kawasan layanan. Ruang kunjungan pun dipenuhi pemandangan yang menyentuh hati: tangis haru yang terurai, pelukan hangat yang erat, hingga senyum bahagia yang melebar di wajah setiap orang yang bertemu. Momen pertemuan ini menjadi pengingat nyata bahwa kasih sayang keluarga senantiasa hadir, dan menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi warga binaan untuk terus bertekad memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menjelaskan bahwa penyelenggaraan layanan kunjungan pada momen Idul Adha ini tetap mengedepankan prinsip keamanan, ketertiban, serta pelayanan yang humanis bagi seluruh masyarakat yang datang berkunjung.
“Momentum Idul Adha merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi warga binaan untuk dapat bertemu keluarga sekaligus mempererat tali silaturahmi. Kami berupaya sebaik mungkin memberikan pelayanan prima, agar setiap kunjungan yang dilakukan dapat berlangsung aman, tertib, dan tentunya penuh makna bagi semua pihak,” ujar Jayadikusumah.
Seluruh jajaran petugas Rutan Kelas I Makassar juga telah bersiaga penuh, mulai dari melakukan pengamanan ketat hingga mengatur alur pergerakan pengunjung, demi memastikan seluruh kegiatan berjalan kondusif. Berkat pengaturan tata layanan yang matang dan terstruktur, kegiatan kunjungan selama dua hari tersebut berjalan lancar, aman, dan tertib—meskipun dipadati oleh ribuan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru.
Suasana yang khidmat sekaligus penuh emosi yang tercipta selama layanan kunjungan Idul Adha ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran keluarga memiliki peran sangat vital. Dukungan dan kasih sayang dari orang terdekat menjadi pilar penting yang menopang proses pembinaan warga binaan, memotivasi mereka untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali menyatu dengan masyarakat kelak. (*)

