Kendari– Komitmen tinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan prevalensi stunting mendapatkan apresiasi khusus dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Atas capaian kinerja tersebut, Pemkab Gowa berhasil meraih Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting untuk wilayah Regional Sulawesi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Claro Hotel, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (29/5/2026). Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, hadir langsung menerima penghargaan tersebut didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis.
Bupati Husniah Talenrang menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi menyeluruh antara seluruh jajaran pemerintah daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Tim Penggerak PKK, serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program penanganan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting hingga menyentuh langsung masyarakat.
“Alhamdulillah, Kabupaten Gowa berhasil meraih Juara III Tingkat Regional Sulawesi dalam bidang penurunan kemiskinan dan stunting. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Gowa juga memperoleh dana insentif sebesar Rp1 miliar,” ungkap Bupati Husniah.
Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan pemerintah daerah untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat, salah satunya melalui pembagian paket sembako dan pemberian telur secara rutin kepada keluarga penerima manfaat. Program ini bertujuan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi anak dan anggota keluarga lainnya.
“Berkat program-program yang dirancang tepat sasaran dan kerja sama yang solid, angka stunting di Kabupaten Gowa berhasil kami tekan dari 21 persen menjadi 17 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Husniah menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kedua isu tersebut saling berkaitan erat, sehingga penanganannya harus dijalankan secara terintegrasi dan sinkron.
“Banyak keluarga belum mampu memenuhi kebutuhan gizi anak secara layak karena keterbatasan ekonomi. Oleh sebab itu, program penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan harus berjalan beriringan, tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti keberhasilan program unggulan yang dijalankan sejak 100 hari pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, yaitu Program Orang Tua Asuh. Melalui inisiatif ini, para pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Gowa, khususnya pejabat eselon II dan eselon III, berperan mendampingi keluarga miskin ekstrem maupun keluarga yang berisiko mengalami stunting. Pendampingan ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup, serta kemandirian ekonomi keluarga tersebut.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan. Angka kemiskinan di Kabupaten Gowa berhasil turun dari 6,85 persen menjadi 6,64 persen. Melalui Program Orang Tua Asuh, kami bimbing keluarga miskin ekstrem agar mampu keluar dari jerat kemiskinan, memiliki sumber pendapatan yang lebih baik, mandiri, serta mampu menjamin pendidikan anak-anak mereka,” tambahnya.
Atas capaian ini, Bupati Husniah berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh elemen di Pemkab Gowa untuk semakin memperkuat komitmen (Fan)

