Makassar – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Aula Pancasila Kanwil Ditjenpas Sulsel, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pejabat administrator kanwil ditjenpas sulsel, para Kepala UPT Pemasyarakatan, , mitra kerja, serta seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulsel.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel turut mengikuti rangkaian tasyakuran yang terpusat di Auditorium Prof Muladi Gedung Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tangerang
Acara diawali dengan persembahan tari 4 etnis dari Lapas Kelas I Makassar sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan.
Selanjutnya, dalam sambutannya, Muhammad Ali menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
“Momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ini menjadi refleksi sekaligus penguatan transformasi di lingkungan pemasyarakatan. Selama satu bulan terakhir, berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan, dan hari ini menjadi puncaknya melalui kegiatan tasyakuran dan pemberian bantuan sosial,” ujar Muhammad Ali.
Ia juga menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lembaga, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan tingkat nasional dan kantor wilayah kepada UPT serta insan pemasyarakatan yang berprestasi. Jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Selatan berhasil meraih empat penghargaan tingkat nasional, serta memberikan penghargaan internal kepada petugas yang inovatif, berdedikasi, dan berprestasi. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para stakeholder atas dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Sebagai wujud kepedulian sosial, Kanwil Ditjenpas Sulsel juga menyerahkan bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan, serta bantuan sosial kepada 20 keluarga warga binaan. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung kemandirian dan memperkuat proses reintegrasi sosial.
Dalam sambutannya secara virtual, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan pentingnya peran pemasyarakatan dalam membangun sistem yang humanis dan berorientasi pada pemulihan.
“Pemasyarakatan harus terus bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menghadirkan harapan, membangun kemandirian, serta memastikan warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tegas Agus Andrianto.
Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran pemasyarakatan yang terus menunjukkan dedikasi dan inovasi dalam menjalankan tugas, serta mendorong penguatan sinergi dengan berbagai pihak.
Kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 62 tahun pemasyarakatan, serta hiburan yang semakin mempererat kebersamaan dan soliditas seluruh jajaran.
Melalui peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini, Kanwil Ditjenpas Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan pengamanan, serta memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan nasional. (*)

