Selayar – Warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Selayar terus menunjukkan produktivitas melalui kegiatan pembuatan minyak kelapa secara tradisional dengan metode pemanasan, Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian sekaligus upaya mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan potensi lokal.
Produksi minyak kelapa tersebut merupakan wujud dukungan Rutan Selayar terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta mendukung program Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa (Gemerlap).
Kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Kepulauan Selayar dimanfaatkan oleh Rutan Selayar sebagai bahan baku yang diolah menjadi produk bernilai tambah berupa minyak kelapa murni secara tradisional. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga dibekali kemampuan berwirausaha yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kasubsi Pengelolaan, Andi Fitri, yang menginisiasi kegiatan tersebut menjelaskan bahwa produk minyak kelapa hasil karya warga binaan telah diberi label “Mykel Rusela” dan telah memperoleh izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) melalui pendampingan Rumah BUMN Selayar. Dengan demikian, produk tersebut dinilai telah memenuhi standar dan layak untuk dipasarkan kepada masyarakat.
“Produksi minyak kelapa ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan potensi lokal yang ada di Selayar sekaligus memberikan keterampilan yang bernilai ekonomis bagi warga binaan. Alhamdulillah, produk Mykel Rusela telah memperoleh P-IRT sehingga sudah siap untuk dipasarkan secara luas,” ujar Andi Fitri pada Selasa (09/06).
Sementara itu, Kepala Rutan Selayar, Sofian Hadi Sasmita, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian berbasis potensi daerah merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Potensi kelapa yang melimpah di Kepulauan Selayar menjadi peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik. Kami berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal,” ungkap Sofian.
Dengan hadirnya produk minyak kelapa Mykel Rusela, Rutan Selayar berharap dapat terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang inovatif, produktif, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan dan masyarakat sekitar. (*)

