Maros – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros menggelar panen raya hasil perkebunan warga binaan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Ali Imran, ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), M Al Baqir, serta Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja). Panen kangkung kali ini menjadi bukti nyata kesuksesan program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Maros Sabtu, (8/2/2025).
Program perkebunan ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) dan cita-cita pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang produktif. Lebih dari sekadar menanam kangkung, program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian praktis. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Ali Imran mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi warga binaan dan petugas Lapas.
“Panen ini bukan hanya berkontribusi pada ketahanan pangan di dalam Lapas, tetapi juga menunjukkan komitmen kami dalam pembinaan berkelanjutan,” ujar Ali Imran.
Ia menambahkan bahwa target ke depan adalah meningkatkan produktivitas dan diversifikasi hasil pertanian, sehingga manfaatnya bisa lebih luas lagi, bahkan mungkin hingga ke masyarakat sekitar.
M Al Baqir, Kasi Binadik dan Giatja, menambahkan bahwa program ini mengajarkan lebih dari sekadar bertani.
“Disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab adalah nilai-nilai penting yang juga ditanamkan melalui kegiatan ini, kami berharap ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan di sini akan menjadi modal utama bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih cerah,” Ucapnya.
Selain kangkung, Lapas Kelas IIB Maros juga membudidayakan berbagai jenis sayuran lain di lahan perkebunannya. Keberagaman jenis tanaman ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan dan memperkuat program kemandirian pangan Lapas. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia. (*).

