Sengkang – Hari itu, Lapangan Rutan Sengkang tampak berbeda dari biasanya. Suasana yang biasanya tenang berubah menjadi penuh semangat. Tenda-tenda mulai berdiri, suara tawa terdengar, dan para warga binaan bersiap mengikuti kegiatan Perkemahan Sehari (PERSARI) Pramuka.
Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan yang tergabung dalam kegiatan kepramukaan, didampingi langsung oleh petugas dan pembina. Kehadiran 10 orang perwakilan Saka Bhayangkara Wajo serta 2 orang pengurus Kwartir Cabang, semakin menambah semarak dan semangat para peserta.
Memasuki sore hari, suasana semakin terasa seperti perkemahan sungguhan. Para peserta mulai mendirikan tenda di lapangan, saling membantu, saling bercanda, dan tanpa sadar membangun kekompakan satu sama lain. Tidak ada sekat—yang ada hanyalah kebersamaan.
Tak lama, suasana berubah menjadi lebih riuh. Berbagai permainan digelar, mulai dari estafet sarung hingga permainan ular naga. Tawa lepas pun pecah, mencairkan suasana dan menghadirkan kebahagiaan sederhana yang jarang mereka rasakan.
Menjelang petang, kegiatan mulai melambat. Peserta bersiap untuk bersih diri dan melaksanakan ibadah. Momen ini menjadi jeda yang menenangkan sebelum memasuki rangkaian malam.
Saat malam tiba, suasana kembali hidup dengan briefing singkat, lalu dilanjutkan dengan pentas seni. Satu per satu regu tampil menunjukkan bakat mereka. Ada yang bernyanyi, ada yang tampil penuh percaya diri, dan semuanya mendapat tepuk tangan hangat. Malam itu terasa hangat, bukan karena api unggun, tapi karena kebersamaan.
Di sela kegiatan, peserta menikmati makan malam ringan sambil berbincang santai. Obrolan sederhana, tawa kecil, dan rasa kebersamaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan ini.
Menjelang tengah malam, suasana berubah drastis. Lampu mulai redup, suara mulai pelan, dan kegiatan renungan suci dimulai. Dalam keheningan, peserta diajak untuk merenung—tentang diri mereka, perjalanan hidup, dan harapan ke depan. Pembacaan puisi dan doa bersama menjadi penutup yang penuh makna.
Dari pagi hingga malam, Persari ini bukan sekadar kegiatan biasa. Lebih dari itu, ini adalah ruang belajar. (*)

