Gowa – LPkM dan tim yaitu Risda Waris dan Asni Amin Dosen Farmasi UMI bidang keilmuan Farmakognosi-Fitokimia memberdayakan kelompok PKK di Desa Borisallo untuk memanfaatkan tumbuhan obat keluarga (TOGA) sebagai bahan baku sediaan galenika sebagai upaya prefentif kesehatan Masyarakat Rabu, (20/11/2024).
Program tersebut dimulai sejak september hingga Desember 2024, ide pemberdayaan kelompok pkk dilakukan setelah melakukan sosialisasi di Desa Borisallo Gowa. wilayah perbukitan dan pegunungan menjadi daerah suburnya tumbuhan obat, mulai dari daerah perkebunan hingga pemukiman sangat banyak di temui tumbuhan yang bisa di manfaatkan sebagai obat tradisional.
Namun sebagian besar masyarakat masih minim memanfaatkan obat tradisional sebagai pengobatan alternatif dalam keseharian mereka. Melalui diskusi tim dosen farmasi kepada kelompok PKK desa borisallo akan di manfaatkan tumbuhan subur di sekitar pemukiman menjadi sediaan obat tradisional untuk fitoterapi kesehatan bagi masyarakat.
Tepatnya hari ini LPkM dan tim dari farmasi UMI memberikan seminar terkait bagaimana mengolah bahan baku menjadi suatu prodak obat tradisional dan juga melakukan pendampingan kepada mitra dengan memanfaatkan rempah seperti kunyit, kencur serta jahe untuk di olah menjadi sediaan galenica yang menjaga kondisi tubuh dan menyehatkan.
Menurut Risda, hasil rempah seperti kunyit kencur jahe bermanfaat meningkatkan sistem imunitas, melancarkan pencernaan serta mampu mencegah berbagai macam penyakit apabila dikonsumsi secara rutin. Jahe mengandung senyawa keton “zingeron” yang menyebabkan jahe memiliki rasa hangat dan pedis. Kunyit mengandung “kurkumin” yang memberikan warna orange khas pada bagian rimpangnya.
Sementara kencur memiliki minyak atsiri berupa “sineol” yang gunakan untuk obat batuk, lambung dan pereda rasa capek setelah lelah beraktivitas. Sehingga ketiga rempah tersebut memiliki nilai jual tinggi dan sangat diminati khususnya di indonesia telah menjadi obat tradisional secara turun-temurun (empiris).
Komoditas unggulan merupakan investasi terbesar daerah gowa yang terdiri atas berbagai rempah-rempah, sayuran serta buah-buahan yang sangat berlimpah. Sebagai mitra kelompok PKK di Desa Borisallo ibu Ida selaku ketua PKK Desa Borisallo Gowa mengungkapkan
“Sangat minim keterampilan dalam mengolah rempah-rempah tersebut menjadi produk minuman yang berkhasiat, tetapi beliau memiliki tekad dalam mengembangkan obat tradisional sehingga sangat bersyukur mendapatkan ilmu dan kesempatan terlibat dalam pengolahan obat tradisional dan akan mengembangkannya,” Jelasnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangatlah membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kelompok PKK di Desa Borisallo Gowa akan pentingnya menjaga kondisi tubuh melalui pemanfaatan rempah-rempah secara tradisional, terkait teknik pengolahan bahan baku tumbuhan obat serta kemampuan dalam membuat rempah-rempah menjadi suatu produk minuman yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Karena menambah pengalaman dalam hal proses pengolahan, formula dan fungsi pada pembuatan produk minuman dari rempah-rempah. Pengetahuan ini bermanfaat sebagai usaha diversifikasi pangan sehingga dapat memperkaya penyajian, citarasa, umur dan minat dalam mengkonsumsi.
Laporan: Azwar Toha

