Gowa – Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menerima kunjungan dari Tim Pendampingan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan. Tim ini dipimpin langsung Kepala Bidang Pelayanan Dan Pembinaan, Yohanis Varianto Kamis, (24/7/2025).
Kepala Lapas Perempuan Sungguminasa, Yohani Widayati, bersama Tim Penggerak ZI menyambut langsung kedatangan tim pendamping dari Kanwil. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi capaian sekaligus mengevaluasi berbagai aspek kesiapan dalam menghadapi Desk Evaluasi WBK/WBBM yang akan terlaksana bulan Oktober mendatang.
Dalam kesempatan ini, Tim dari Kanwil melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi sarana dan prasarana fasilitas yang tersedia di Lapas Perempuan Sungguminasa serta mendalami data dukung pelaksanaan pembangunan Zona Integritas. Arahan dan masukan strategis juga diberikan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Yohanis Varianto, yang mewakili Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Lapas Perempuan Sungguminasa. Namun tentu masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam penguatan eviden dan pengelolaan data dukung,” ujar Yohanis dalam arahannya.
Pada sesi pemaparan, Kalapas Yohani Widayati menyampaikan perkembangan implementasi Pembangunan Zona Integritas secara menyeluruh, mulai dari enam area perubahan hingga inovasi pelayanan publik yang telah diterapkan.
“Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. Dengan pendampingan dari Kanwil, kami semakin percaya diri menatap evaluasi WBK Oktober mendatang,” tutur Yohani.
Sementara itu, Jesyca, selaku Ketua Tim Perencanaan dan RB Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan menilai bahwa progres pembangunan ZI di Lapas Perempuan Sungguminasa sudah berada pada jalur yang tepat. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa Lapas ini berpeluang besar meraih predikat WBK tahun 2025, dengan catatan beberapa catatan teknis segera ditindaklanjuti.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen dan konsistensi jajaran pemasyarakatan khususnya Lapas Perempuan Sungguminasa dalam membangun budaya kerja bersih, transparan, dan akuntabel demi pelayanan publik yang prima. (*)

