Pangkep – Kepala Rutan Kelas IIB Pangkep, Irphan Dwi Sandjojo, menerima kunjungan koordinasi dari tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pangkep terkait rencana pelaksanaan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan, yang akan diselenggarakan di lingkungan Rutan Pangkep pada hari Kamis (2/4/2026).
Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk menyinergikan langkah dan menyelaraskan strategi dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal bagi warga binaan. Program yang akan dilaksanakan tidak hanya mencakup pendidikan kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA), tetapi juga menyertakan program pemberantasan buta aksara bagi mereka yang belum memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis.
Saat ini, pihak Rutan Pangkep tengah melakukan proses pendataan menyeluruh terhadap warga binaan yang berpotensi mengikuti program tersebut. Pendataan ini mencakup identifikasi kebutuhan pendidikan masing-masing peserta, mulai dari tingkat pembelajaran dasar hingga jenjang kesetaraan yang sesuai dengan latar belakang dan keinginan mereka.
Irphan Dwi Sandjojo menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian penting dari upaya penguatan program pembinaan bagi warga binaan.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan program pendidikan ini, termasuk pemberantasan buta aksara bagi warga binaan. Saat ini kami sedang melakukan pendataan untuk memastikan seluruh peserta dapat terakomodir sesuai kebutuhan mereka, serta mempersiapkan fasilitas dan suasana yang mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal Disdikbud Pangkep, Rukmini, menegaskan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Disdikbud Pangkep siap memfasilitasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan sekaligus program pemberantasan buta aksara di Rutan Pangkep. Kami akan menyediakan tenaga pengajar yang kompeten dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi serta karakteristik warga binaan, agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal,” ungkapnya.
Selain itu, kedua pihak juga membahas mengenai jadwal pelaksanaan awal program, sistem penilaian yang akan diterapkan, serta langkah-langkah pendaftaran bagi warga binaan yang berminat. Diperkirakan program akan resmi dilaksanakan pada bulan Mei mendatang setelah proses pendataan dan persiapan fasilitas selesai.
Melalui koordinasi ini, diharapkan program pendidikan kesetaraan dan pemberantasan buta aksara dapat segera direalisasikan serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Dengan memiliki pendidikan yang layak, diharapkan warga binaan dapat memperoleh bekal yang lebih baik untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan dan berintegrasi kembali ke masyarakat dengan lebih mandiri. (*)

