Gowa — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Malino melakukan pengadaan sumur bor sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau. Penyediaan sumber air alternatif ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan air bersih bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) tetap terpenuhi, khususnya ketika ketersediaan air mengalami penurunan Sabtu, (22/8/2026).
Pengadaan sumur bor menjadi bagian dari upaya Rutan Malino dalam menjaga kualitas pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar WBP. Ketersediaan air yang memadai sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan sanitasi, kebersihan lingkungan, hingga keperluan pribadi warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Malino, Dedy Sutriady Rijal, mengatakan bahwa penyediaan sumber air tambahan merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi musim kemarau.
“Kami berupaya memastikan kebutuhan air warga binaan tetap terpenuhi selama musim kemarau. Pengadaan sumur bor ini merupakan langkah preventif agar ketersediaan air tetap terjaga dan pelayanan kepada warga binaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Dedy.
Selain menjamin ketersediaan air, langkah tersebut juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan hunian yang bersih dan sehat. Rutan Malino terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air serta kebutuhan penggunaan air di lingkungan Rutan.
Dengan adanya sumur bor, Rutan Malino berharap dapat memiliki sumber air alternatif yang lebih andal sehingga kebutuhan dasar WBP tetap terpenuhi, sekaligus memperkuat kesiapan Rutan dalam menghadapi kondisi kekeringan selama musim kemarau. (*)
